Final Korea Open Super Series 2017

Bermain Kurang Tenang, Alasan Marcus/Kevin Kalah dari Wakil Denmark

Krisna Octavianus    •    18 September 2017 10:09 WIB
bulu tangkis
Bermain Kurang Tenang, Alasan Marcus/Kevin Kalah dari Wakil Denmark
Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (Foto: pbsi)

Metrotvnews.com, Seoul: Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamujo finis sebagai runner-up di Korea Open Super Series 2017. Keduanya masih harus mengakui keunggulan pasangan Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen 19-21, 21-19 dan 15-21 dalam 68 menit.

Rekor pertemuan mencatat, Kevin/Marcus masih tertinggal 1-3 dari Boe/Mogensen. Terakhir pertemuan mereka terjadi di Piala Sudirman 2017. Kevin/Marcus saat itu kalah 21-16, 22-24, dan 21-23.

BACA: FIA Konfirmasi takkan Investigasi terkait Kecelakaan Pembalap di GP Singapura

Ketatnya pertandingan babak final kedua pasangan ini sudah terasa sejak game pertama dimulai. Baik Kevin/Marcus maupun Boe/Mogensen saling beradu kebolehan mengolah shuttlecock di lapangan demi mencetak angka. 

Kevin/Marcus terlebih dulu harus kehilangan game pertamanya. Mereka kemudian mencoba bangkit dan membalas kekalahan tersebut di game kedua.

Sayang ketika memasuki game penentu, Kevin/Marcus beberapa kali melakukan kesalahan sendiri yang menguntungkan lawan. Keduanya gagal mengatasi lawan dan harus merelakan podium utama kepada unggulan satu turnamen tersebut. 

"Hari kami banyak melakukan kesalahan sendiri. Lawan jarang mematikan kami. Mungkin karena panik dan kurang tenang. Sementara mereka mainnya aman dan enggak gampang mati," kata Kevin.

"Kami banyak terburu-buru ingin segera mematikan. Tapi akhirnya malah membuat kesalahan sendiri," sambung Marcus.

Usai menyelesaikan misinya di Korea Open Super Series 2017, Kevin/Marcus akan melanjutkan perjalanannya ke Japan Open Super Series. Mereka berharap bisa meningkatkan performanya dan tampil lebih baik dari pertandingan kali ini.

"Ke depannya harus lebih berani, harus lebih melawan mengadu pukulan. Harus lebih baik lagi," pungkas Kevin. 

Meski tak bisa membawa gelar dari sektor ganda putra, Indonesia berhasil mengamankan dua gelar lainnya, yaitu dari pasangan ganda campuran, Praveen Jordan/Debby Susanto dan tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting yang mengalahkan rekannya sendiri, Jonatan Christie. (PBSI)

 


(KRS)