Evaluasi All England 2017

Gagal di All England, Sektor Ganda Campuran Berpotensi Dirombak

Media Indonesia    •    13 Maret 2017 12:54 WIB
all england 2017
Gagal di All England, Sektor Ganda Campuran Berpotensi Dirombak
Praveen Jordan/Debby Susanto saat tampil di final Hong Kong Open Super Series (Foto: BADMINTONINDONESIA.ORG)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kegagalan ganda campuran Indonesia berprestasi di turnamen All England Open 2017 menjadi catatan tersendiri bagi Pengurus Besar Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI).

Pelatih ganda campuran Richard Mainaky menegaskan pihaknya tentu akan segera melakukan evaluasi atas kegagalan tersebut.

"Untuk Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir memang belum seratus persen karena Tontowi baru pulih dari gejala paratifus dan Liliyana baru pulih dari cedera lutut. Kalau saya lihat kemarin, permainan Tontowi/Liliyana kalau persiapannya ditambah seminggu lagi, mereka bisa juara. Seharusnya seperti itu, persiapan bagus, maka hasilnya pun akan bagus. Seperti saat Olimpiade, dua bulan penuh mereka fokus," kata Richard.

"Tapi dilihat dari perjuangan Tontowi/Liliyana, saya cukup bangga. Dengan persiapan yang minim, mereka saya lihat telah berjuang maksimal," lanjutnya.
 

Baca: Kebanggaan Jokowi atas Pencapaian Gemilang Kevin/Marcus di All England


Menurut Richard, pihaknya sebenarnya menaruh harapan besar kepada Praveen Jordan/Debby Susanto.

Mereka semula diharapkan bisa mempertahankan gelar yang mereka raih tahun lalu. Sayangnya, Praveen/Debby justru sudah tersingkir sejak babak pertama. Mereka kalah dari pasangan Jepang Yuta Watanabe/Arisa Higashino.

"Sebenarnya kami berharap pada Praveen/Debby karena mereka dari segi persiapan lebih maksimal. Tapi Praveen telat startnya sehingga banyak melakukan kesalahan," imbuh Richard.

Selain kedua pasangan itu, tiga ganda campuran lainnya juga tidak bisa berbuat banyak. Hafiz Faisal/Shela Devi Aulia, Alfian Eko Prasetya/Annisa Saufika, dan Ronald Alexander/Melati Daeva Oktavianti gagal mengatasi lawan masing-masing.
 

Baca juga: Daftar Juara All England 2017


"Untuk Hafiz/Shela mereka sudah baik dan menunjukkan perkembangan yang signifikan. Hanya Ronald/Melati yang penampilannya tidak sesuai harapan. Sementara Eko/Annisa sudah baik, cuma dia mengalami masalah pada otot perutnya. Kita tentu akan evaluasi ke depannya," ujar Richard.

Indonesia gagal mengirimkan wakil di nomor ganda campuran ke semifinal All England 2017. Padahal sebelumnya PBSI membidik gelar dari nomor tersebut.

Meski begitu, PBSI masih bisa tersenyum lantaran pasangan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo tampil mengejutkan. Pasangan muda yang ditempatkan sebagai unggulan lima ini di luar dugaan mampu keluar sebagai juara. Dengan demikian, target PBSI untuk mencuri satu gelar di All England 2017 pun terealisasi.

Video: ?Kevin/Marcus Juara All England 2017
 


(ACF)