Jelang All England 2018

Peluang Ganda Putra Indonesia di All England 2018

Rendy Renuki H    •    13 Maret 2018 07:58 WIB
bulu tangkis
Peluang Ganda Putra Indonesia di All England 2018
Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Jakarta: Usai tampil di German Open 2018, para pebulu tangkis Indonesia akan langsung bersiap mengikuti turnamen All England 2018 yang akan berlangsung 14-18 Maret. Pelatih ganda putra Herry Iman Pierngadi pun membahas peluang nomor yang paling berpeluang meraih gelar tersebut.

Menurutnya, ganda putra Indonesia sudah seluruhnya siap tampil di turnamen berhadiah total USD1 juta. Apalagi, Indonesia akan menurunkan ganda putra terbaiknya di All England seperti Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo hingga Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan.

"Kevin/Marcus sebelum saya berangkat ke Jerman, memang masih ada cedera sedikit di tangan Marcus, Kevin juga. Tetapi di sisa persiapan seminggu terakhir, saya rasa sudah membaik, walaupun tidak seratus persen. Mereka juga tahu dengan kondisi seperti ini, biasanya mereka akan mensiasati dengan perbedaan strategi permainan," kata Herry IP di situs resmi PBSI.

Baca: Pelatih Ganda Putra Komentari Hasil Fajar/Rian di German Open


"Untuk Hendra/Ahsan, saya kira penentuannya di babak kedua, melawan Zhang Nan/Liu Cheng (Tiongkok). Tetapi mereka juga harus waspada dari babak pertama, lawan pasangan Belanda (Jacco Arends/Ruben Jille) juga harus hati-hati. Kalau bisa lewat babak kedua, ada harapan lah," sambungnya.

Namun, Herry mengakui sangat mengantisipasi, terutama Marcus/Kevin, soal aturan servis baru. Pasanya, pasangan yang memenangkan tujuh gelar Superseries pada 2017 lalu itu belum pernah merasakan aturan servis baru yang telah diterapkan mulai 2018 ini.

"Kevin/Marcus kalau mereka servisnya aman, saya rasa tidak terlalu ada kendala di All England 2018. Sebelum berangkat ke Jerman, kami sudah tiga kali mendatangkan hakim servis ke Pelatnas untuk menilai servis Kevin/Marcus dan hasilnya aman," terangnya.

"Paling Marcus satu-dua kali fault, itu masih normal, karena sebelum ada aturan ini mereka kan juga suka di-fault satu-dua kali, terutama Kevin. Tetapi dari tiga sesi pertemuan dengan hakim servis Indonesia tersebut, mereka bilang servis Kevin tidak ada masalah. Namun kita lihat saja kenyataan di pertandingan sesungguhnya," tutup Herry.

 


(REN)