Semifinal Denmark Open 2017

Meski Kalah, Tontowi/Liliyana Enggan Kehilangan Momentum

Krisna Octavianus    •    21 Oktober 2017 22:11 WIB
bulu tangkis
Meski Kalah, Tontowi/Liliyana Enggan Kehilangan Momentum
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (Foto: pbsi)

Metrotvnews.com, Odense: Kekalahan mengejutkan dialami ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir di semifinal Denmark Open Super Series Premier 2017 sangat mengejtukan. Meski begitu, Owi/Butet -sapaan akrabnya- tak terlalu kecewa dan berharap bisa menjaga momentum baik ini.

Tontowi /Liliyana gagal melaju ke laga final usai kalah dalam waktu relatif cepat 33 menit dari pasangan Hong Kong, Tang Chun Man/Tse Ying Suet, Sabtu 21 Oktober malam WIB. Mereka kalah dua game langsung 16-21, 18-21.
 
Tontowi/Liliyana mengaku tak dapat keluar dari ritme permainan yang diterapkan lawan sehingga permainan mereka tak dapat berkembang. Namun pasangan Juara Dunia 2013 dan 2017 ini mengaku bersyukur atas pencapaian semifinal di Denmark Open Super Series Premier 2017.
 
Tahun lalu di kejuaraan yang sama, Tontowi/Liliyana terhenti di babak kedua dari Wang Yilyu/Huang Dongping asal Tiongkok dengan skor 18-21, 21-19, dan 17-21.
 
"Kami bersyukur dengan hasil semifinal ini. Walaupun sebetulnya melawan wakil Hong Kong ada peluang. Apalagi kalau ke final ketemunya Zheng Siwei/Chen Qingchen (Tiongkok), di mana pada pertemuan terakhir kami unggul," ungkap Liliyana.
 
"Tidak ada tekanan buat kami menyandang peraih medali emas Olimpiade. Soal cedera saya, memang ada pengaruhnya, jadi tidak bisa 100 persen. Namun ini bukan alasan utama kekalahan kami, tetapi memang dari segi permainan saja. Mudah-mudahan kami bisa mempertahankan performa kami, minimal semifinal tiap turnamen, jangan sampai kurang dari semifinal," jelasnya.
 
"Namanya pertandingan, tentu ada yang menang dan ada yang kalah, yang penting kami sudah berusaha yang terbaik. Kan enggak harus kami terus yang juara," pungkas Liliyana.
 
Usai mewujudkan impian mereka menjadi peraih medali emas ganda campuran di Olimpiade Rio de Janeiro 2016, Tontowi/Liliyana tak lantas menurun. Bahkan, cedera lutut yang dialami Liliyana tak membuat mereka surut dalam hal lapar gelar. 
 
Mereka terus mencetak prestasi dengan merebut gelar berturut-turut di China Open Super Series Premier 2016 dan Hong Kong Open Super Series 2016. Tontowi/Liliyana juga berhasil menuntaskan rasa penasaran mereka untuk menjadi kampiun di ajang paling bergengsi di kandang sendiri yaitu BCA Indonesia Open Super Series Premier 2017.
 
Tak hanya itu, Tontowi/Liliyana kembali membuktikan eksistensi mereka sebagai salah satu ganda campuran yang ditakuti lawan-lawannya dengan menyabet gelar Juara Dunia 2017. (PBSI)

 


(KRS)