Kasus Pengaturan Skor Bulu Tangkis

Kasus Pengaturan Skor, Dua Pebulu Tangkis Malaysia Dihukum Berat

Krisna Octavianus    •    02 Mei 2018 09:26 WIB
bulu tangkis
Kasus Pengaturan Skor, Dua Pebulu Tangkis Malaysia Dihukum Berat
Zulfadli Zulkiffli (Foto: badmintonplanet)

Kuala Lumpur: Dua pebulutangkis Malaysia, Tan Chun Seang dan Zulfadli Zulkiffli diskors dari dunia bulu tangkis selama masing-masing 15 dan 20 tahun. Mereka dianggap melanggar Kode Perilaku BWF dalam Hubungan dengan Taruhan dan Hasil Pertandingan yang Tidak Beratur.

Artinya tidak boleh berkiprah di dunia bulutangkis selama 15 dan 20 tahun berturut-turut adalah mencakup fungsi administratif, pembinaan, melatih, atau pengembangan. Selain itu, Tan telah didenda USD15 ribu (Rp209 juta) sementara Zulkiffli telah didenda USD25 ribu (Rp349 juta) oleh Panel Etika BWF.

Dalam memutuskan hal itu, Panel Independen yang beranggotakan tiga orang menemukan bahwa Tan melakukan 26 pelanggaran Kode Perilaku 2012 dalam Hubungannya dengan Taruhan dan Hasil Pertandingan yang Tidak Beratur. 

Sementara, Zulkiffli didakwa melakukan 27 pelanggaran Kode Perilaku 2012 dalam Hubungannya dengan Taruhan dan Hasil Pertandingan yang Tidak Beratur dan empat (4) pelanggaran Kode Perilaku 2016 dalam Hubungannya dengan Taruhan dan Hasil Pertandingan yang Tidak Beratur. 

Panel Independen BWF mencatat kedua pemain "terlibat dalam pelanggaran korupsi selama periode yang signifikan dan sejumlah besar turnamen" sejak 2013. Akan tetapi, bahwa Zulkiffli telah "melakukan lebih banyak pelanggaran dalam jangka waktu yang lebih lama daripada Tan" dan telah "terbukti telah memanipulasi hasil dari empat (4) pertandingan".

Hukuman sudah dimulai sejak 12 Januari 2018, tanggal di mana kedua pemain sementara ditangguhkan oleh Federasi Bulu tangkis Dunia (BWF).

Tan dan Zulkiffli memiliki hak untuk mengajukan banding berdasarkan Klausul 14 dari Prosedur Peradilan BWF.

Hukuman ini adalah pukulan berat bagi Zulfadli Zulkiffli. Pemain berusia 25 tahun itu sempat digadang-gadang menjadi andalan Malaysia di sektor tunggal putra. Dia adalah juara dunia junior 2011 di Taiwan.

 


(KRS)