Indonesia Open 2018

Marcus/Kevin Kecewa dengan Kualitas Wasit di Indonesia Open 2018

Kautsar Halim    •    06 Juli 2018 21:47 WIB
bulu tangkisindonesia open
Marcus/Kevin Kecewa dengan Kualitas Wasit di Indonesia Open 2018
Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (Foto: Kautsar Halim/Medcom.id)

Jakarta: Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo merasa ada yang tidak beres dengan penyelenggaraan Indonesia Open tahun 2018. Itu ia rasakan setelah menghadapi Mads Conrad-Petersen/Mads Pieler Kolding pada perempat final, Jumat 6 Juli.

Marcus/Kevin yang berstatus sebagai unggulan pertama memang sukses menaklukkan wakil Denmark tersebut dengan skor, 20-22, 22-20 dan 21-18. Namun, jalannya pertandingan diwarnai sejumlah kontroversi keputusan wasit.

Keputusan wasit yang paling membingungkan ketika pertandingan memasuki poin-poin akhir game ketiga. Saat itu, wasit tetap memperbolehkan Mads/Mads melakukan challenge meskipun pukulan Marcus/Kevin sudah dianggap masuk terlebih dahulu.

Spontan, Marcus/Kevin langsung protes dengan adanya sikap membingungkan sang wasit tersebut. Mereka bahkan sempat menjatuhkan raketnya dan membuat gerakan tidak ingin melanjutkan pertandingan jika keputusan itu disahkan.

Tapi, keduanya tidak bisa berbuat banyak ketika salah satu wakil Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) datang menghampiri dan meminta mereka agar tetap melanjutkan pertandingan. Mereka pun bersedia bermain lagi hingga akhirnya keluar sebagai pemenang.

Klik di sini: Mercedes Mendominasi Sesi Latihan Bebas Pembuka F1GP Inggris

"Setelah pertandingan, wasit itu juga bilang ke saya "you not good" dan mau dikasih kartu hitam. Turnamen ini sebenarnya bagaimana? padahal pertandingannya sudah habis tapi malah bilang seperti itu. BWF tidak kompeten," ujar Marcus dalam jumpa pers seusai laga.

"Kami juga akan tetap menerima jika tadi harus kalah. Tapi, harus dengan cara yang baik," timpal Kevin yang berada di sebelahnya.

Selanjutnya di semifinal, Marcus/Kevin akan berhadapan dengan pemenang antara Liu Cheng/Zhang Nan (Tiongkok) kontra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Jika, Fajar/Alfian yang menang, bisa dipastikan Indonesia sebagai tuan rumah sukses menyegel dua tiket final.
     
"Kedepannya harus seleksi wasit yang bagus. Dalam turnamen ini mereka dibayar atau bukan jadi volunteer. Jadi, janganlah mempekerjakan referee yang tidak jelas. Kami melalui PBSI juga akan ajukan protes ke BWF," tutup Marcus.

Pelesir ke Museum Olahraga Rusia



(FIR)