Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Junior 2017

Indonesia Pastikan Gelar Juara Dunia dari Sektor Ganda Campuran

Krisna Octavianus    •    21 Oktober 2017 20:13 WIB
bulu tangkis
Indonesia Pastikan Gelar Juara Dunia dari Sektor Ganda Campuran
Rehan Naufal Kusharjanto dan Siti Fadia Silva Ramadhanti (Foto: PBSI)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Sukses besar berhasil diraih sektor ganda campuran Indonesia pada ajang Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Junior 2017. Dipastikan gelar juara dunia sektor ganda campuran diraih Indonesia setelah tercipta All Indonesia Final.

Pasangan Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti akan berhadapan dengan Rinov Rivaldy/Phita Haningtyas Mentari pada babak final, besok 22 Oktober sore WIB di GOR Among Rogo, Yogyakarta. Satu medali emas pun dipastikan aman bagi tim merah putih.

"Target awal sebenarnya satu medali. Untuk all final ini jelas melebihi target. Sebelum ke semifinal kami sudah melihat video lawan. Mereka kuat tapi mainnya agak kasar. Sementara atlet kita main lebih tenang dan sabar dalam menyerang. Tapi saya feeling dari awal, permainan mereka cocok polanya dengan lawan masing-masing. Mungkin kalau lawannya dituker bisa jadi beda,” kata Nova Widianto, pelatih ganda campuran.

“Besok saya sudah no comment saja, karena sama-sama Indonesia. Dua-duanya anak buah saya, jadi tidak bisa memilih salah satu, Mereka punya tipe yang berbeda. Satu banyak nyerang, satu lebih safe. Tinggal dilihat besok seperti apa di lapangan. Tidak melihat senior junior, saya rasa mental yang akan berbicara,” lanjut Nova.

Rehan/Fadia ikut menyusul Rinov/Mentari ke babak final dengan menaklukkan wakil Tiongkok lainnya, Fan Qiuyue/Liu Xuanxuan. Rehan/Fadia menang dua game langsung 21-15 dan 21-14.

“Tadi kami main lepas dan maksimal di lapangan, jadi lebih keluar mainnya,” kata Fadia usai pertandingan.

“Saya nothing to loose saja. Masalah menang dan kalah urusan belakangan, yang penting maksimal semua. Alhamdulillah bisa menang,” ungkap Rehan.

Sementara itu, Rinov Rivaldy/Phita Haningtyas Mentari lebih dulu memastikan tiket final. Mereka mengalahkan Liu Shiwen/Li Wenmei asal Tiongkok melalui tiga game, 18-21, 21-16 dan 21-13.

Kemenangan ini didapatkan dengan tidak mudah. Rinov/Mentari gagal mengamankan game pertama. Mengaku sempat tegang di lapangan, Rinov/Mentari kalah tipis dengan 18-21.

“Poin 11 pertama sempat tegang. Kami mungkin agak beban, karena banyak penonton, pengen kasih yang terbaik, jadi malah khawatir nggak bisa maksimal,” kata Rinov usai pertandingannya di GOR Among Rogo, Yogyakarta.

Masuk ke game kedua, Rinov/Mentari tampil lebih agresif. Mereka mampu menguasai pertandingan dan tampil lebih yakin, merebut poin demi poin. Setelah menang di game kedua, Rinov/Mentari akhirnya menutup manis game penentuan mereka dengan kemenangan 21-13.

“Game kedua dan tiga kami sama-sama meyakinkan kalau kami bisa, jadi kami semangat lagi. Dua-duanya kuat tangannya, terutama bola-bola atas. Pembukaannya juga mereka sama-sama menyusahkan kami,” ungkap Mentari.

“Mereka pembukaannya bagus, perempuannya main netnya juga bagus. Tapi mereka banyak membuang poin sendiri,” ujar Rinov mengomentari lawan. (PBSI)

 


(KRS)