BCA Indonesia Open Super Series Premier 2017

Satu-satunya Wakil Tunggal Putri Indonesia Gugur

Krisna Octavianus    •    16 Juni 2017 01:20 WIB
indonesia open super series premier 2017
Satu-satunya Wakil Tunggal Putri Indonesia Gugur
Gregoria Mariska (Foto: krisnaidola/mtvn)

Metrotvnews.com, Jakarta: Satu-satunya tunggal putri Indonesia yang tersisa di babak kedua BCA Indonesia Open Super Series Premier 2017, Gregoria Mariska Tunjung juga tersingkir. Ia dikalahkan peringkat satu dunia, Tai Tzu Ying asal Taiwan.

Gregoria sebenarnya membuka laga dengan  baik saat unggul 7-4. Akan tetapi, ia lengah dan tersusul menjadi 7-11. Akhirnya ia harus melepas game pertama dengan skor 13-21.

BACA: Kejutan Masih Berlanjut, Lee Chong Wei Ikutan Tersingkir

Pada game kedua, Tai Tzu Ying yang berstatus unggulan pertama langsung tancap gas. Ia berhasil menguasai jalannya pertandingan dan akhirnya menutup pertandingan dengan skor 21-16 dalam waktu 30 menit.

Gregoria akui kekalahannya dari Tai Tzu Ying disebabkan karena dirinya terlalu terburu-buru. Ia juga mengaku tidak tenang ketika Tai Tzu Ying kembali ke performa terbaiknya.

"Kalau tadi sih saya kurang tenang pas unggul, mainnya jadi buru-buru. Padahal saya harusnya tenang karena masalah angin, harusnya menunggu. Tapi tadi tidak bisa mengontrol irama saya pas main, jadinya pas unggul bukannya bisa mengatur permainan malah jadi buru-buru bisa kesusul sampai 11-7," ujar Gregoria.

"Polanya dia  memang begitu, menyolong bola. Cuma tadi saya tidak tenang, jadi pengembalian bola saya memudahkan dia. Jadi dia bermain menjadi mudah gitu," lanjutnya.

"Karena saya baru pertama kali main di lapangan itu, jadi belum tahu lapangannya karena beda juga. Saya juga kurang menjaga poin, terlalu mudah banyak poin," ungakapnya.

Gregoria mengaku banyak pelajaran yang bisa diambil dari permainannya kontra Tai Tzu Ying yang merupakan idolanya. Di sisi lain, ia mengaku tidak terbebani menjadi satu-satu tunggal putri yang tersisa di babak kedua.

"Dia kan salah satu idola saya juga. Saya dapat pengalaman banyak banget bisa main sama dia, jadi pemain kelas itu tidak mudah, saya harus mengembangkan diri lagi, saya butuh latihan lagi. Bukan cuma pukulan, tapi kaki, fokus saya, dan bagaimana saya harus mengatur irama main," katanya.

"Saya juga tidak terbebani, saya cuma kurang tenang dan terburu. Padahal dia pukulannya bagus, jadi saya mudah buang bola sendiri," pungkasnya.

 


(KRS)