Marcus Gideon/Kevin Sanjaya Raih Gelar All England 2017

Kisah Awal Marcus Berduet dengan Kevin, Hingga Ritual Sebelum Bertanding

Rendy Renuki H    •    16 Maret 2017 14:14 WIB
bulu tangkisall england 2017
Kisah Awal Marcus Berduet dengan Kevin, Hingga Ritual Sebelum Bertanding
Ayah Marcus Fernaldi Gideon, Kurniahu Gideon (Foto: MTVN/Rendy Renuki H)

Metrotvnews.com, Jakarta: Keberhasilan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo meraih gelar All England 2017 tentu menjadi kebanggaan Indonesia. Terlebih bagi ayah dari Marcus, Kurniahu Gideon yang mengatakan, gelar All England ini memang gelar yang diimpikan anaknya.

Marcus yang berpasangan dengan Kevin meraih juara All England pertamanya usai mengalahkan pasangan Tiongkok, Li Junhui/Liu Yuchen. Mereka bahkan secara mengejutkan mampu menang straight game 21-19 dan 21-14 di partai final, Senin 13 Maret dini hari WIB.

Padahal, Marcus/Kevin sebelumnya sempat terseok-seok di babak semifinal setelah mendapat perlawanan sengit dari pasangan Denmark, . Pasangan masa depan Tanah Air ini sempat takluk 19-21 di game pertama, sebelum menang di dua game berikutnya dengan skor 21-13 dan 21-17.

"Tuhan yang kasih kemenangan ini (juara All England), ya dia memang mendambakan menjadi juara All England, step berikutnya mudah-mudahan nanti juara Olimpiade," ujar Kurniahu saat dihubungi, Rabu (15/3/2017) kemarin.

Sang ayah pun menceritakan awal kisah pemain yang akrab disapa Sinyo itu. Mulai dari berganti pasangan hingga kebiasaan Sinyo sebelum menjalani pertandingan.
 

Baca: Kunci Sukses Marcus dan Kevin Juarai All England 2017


Ia mengisahkan jika anaknya secara kebetulan dipasangkan dengan Kevin. Pertemuan Sinyo dengan Kevin menurutnya terjadi tanpa direncanakan sebelumnya, karena berawal dari pasangan Kevin yang sakit dan langsung dipasangkan dengan Sinyo.

"Awalnya ketemu Markis Kido, karena Sinyo kan di luar Pelatnas, jadi ya masih bayar sendiri, akhirnya dibantu tiket, saya bayarin hotel. Di situ dia jalanin, akhirnya lumayan juga sempat juara di Prancis, sempat masuk peringkat 10 besar dunia juga dengan Kido," tutur Kurniahu.

"Akhirya Kido sering mengeluh pinggangnya sering sakit. Jadi Kido menyuruh mencari pasangan lain yang lebih muda. Ia sempat down, terus akhirnya setelah lama kosong, kebetulan partner Kevin waktu itu, Stevanus Gabriel sakit, maka langsung dipasangkan dengan Marcus awal 2015," sambungnya.



Ia menuturkan merasa bangga karena dalam waktu dua tahun sudah banyak meraih juara, mulai dari Superseries sampai All England. Kurniahu pun berharap anaknya bisa meraih juara di kejuaraan dunia hingga Olimpiade Tokyo 2020 nanti.

"Namanya parter baru kan ya tentu belum ada prestasi, masih penjajakan saja waktu itu. Nah ini baru nyambung mereka, dan menghasilkan prestasi. Kalau double kan itu susah ya, partner kan harus penjajakan dulu minimal satu tahun," ujarnya.

Ayah dari pebulu tangkis 26 tahun itu pun menuturkan jika ada ritual yang selalu dijalani anaknya jika hendak pergi bertanding. Kurniahu mengatakan jika Sinyo selalu menyempatkan diri pulang ke rumah jika ingin pergi mengikuti setiap turnamen.

"Dia sebelum pertandingan mesti pulang dulu ke rumah, pasti itu. Dia kan dari Pelatnas, misalnya malam mau berangkat, habis latihan pagi, siang pasti pulang. Ngobrol dulu, makan dulu, berdoa bersama keluarga," bebernya.
 

Baca juga: Target Selanjutnya Marcus/Kevin Usai Menangi All England


Ia juga mengatakan jika anak keduanya tersebut merupakan sosok yang rendah hati. Namun, sifat tersebut diakuinya bertolak belakang dengan gaya permainannya ketika berada di lapangan. 

"Kalau di rumah sering becanda, Sinyo anaknya cuek, memang orangnya begitu. Tidak mau sok dan menonjolkan diri. Seperti dahulu pernah dipalak waktu masih kecil, dikasih saja sudah. Tapi tidak pengaruh dengan gaya bermain, saya kira waktu bermain dia orangnya tidak mau kalah. Bedanya di situ, waktu main bertolak belakang dengan sifatnya," beber sang ayah.

Kurniahu juga optimistis anaknya masih bisa meraih yang terbaik pada Olimpiade Tokyo 2020 nanti. Pasalnya, pada Olimpiade nanti, Sinyo yang lahir pada 9 Maret 1991 telah menginjak 29 tahun.

"Kalau lihat Olimpiade 2020, umurnya sudah 29 tahun, masih bisa lah ya. Makanya kita tekunin untuk berjuang, latihannya ditekunin, mudah-mudahan di usia 29 masih bisa merebut juara untuk Merah-Putih di Olimpiade," tutupnya.

Video: ?Kunjungi Media Group, Kevin/Marcus Dapat Sambutan Hangat
 


(ACF)