Daihatsu Astec Open 2018, Jaring Bibit Muda Bulutangkis

Gervin Nathaniel Purba    •    11 Desember 2018 11:36 WIB
Daihatsu Astec Open
Daihatsu Astec Open 2018, Jaring Bibit Muda Bulutangkis
Daihatsu Astec Open 2018 memasuki babak final di GOR Soemantri Brodjonegoro, Jakarta Selatan, Sabtu, 8 Desember (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)

Jakarta: Daihatsu Astec Open 2018 memasuki babak final di GOR Soemantri Brodjonegoro, Jakarta Selatan, Sabtu, 8 Desember. Para peserta berlomba menunjukkan bakat terbaiknya.

Peserta tahun ini 7.050, melampaui target yang ditetapkan sebanyak 6.500 orang. Membeludaknya jumlah peserta sejalan dengan tujuan penyelenggaraan event, yaitu mencari potensi muda berbakat sebanyak-banyaknya. Diharapkan Indonesia berlimpah stok pemain berkualitas pada masa depan. 

"Target utama adalah mencari pemain potensial dari 10 kota. Sebetulnya, banyak bibit potensial dari luar Pulau Jawa. Kami (Astec) bersama Daihatsu mencari dan memaksimalkan potensi di luar Pulau Jawa. Animonya luar biasa," ujar Direktur Alan & Susy Technology (Astec) Alan Budikusuma, ditemui di GOR Soemantri Brodjonegoro, Jakarta Selatan, Sabtu, 8 Desember 2018. 

Pada penyelenggaraan tahun ketiga, Daihatsu Astec Open 2018 diselenggarakan di 10 kota, yakni Bandung, Denpasar, Makassar, Yogyakarta, Pontianak, Batam, Padang, Banjarmasin, Manado, dan Jakarta. 

Kejuaraan Daihatsu Astec Open 2018 dibagi ke dalam tujuh kategori berdasarkan umur, yaitu U-11, U-13, U-15, U-17, U-19, Dewasa, dan Veteran. 

"Kategori kami U-11, awal pemain bulutangkis sangat dini. Sudah berlatih sejak usia lima hingga enam tahun. Setelah itu ke U-13. Kemudian usia 15-17 tahun. Kami fokus pada empat kategori potensial (U-11 hingga U-17). Memberikan kompetisi sejak dini bermanfaat untuk jangka panjang,” ujar Alan Budikusuma. 

 
Direktur Alan & Susy Technology (Astec) Alan Budikusuma (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)

Turnamen tahun ini makin istimewa karena PBSI meningkatkan level menjadi Sirkuit Nasional B di hampir seluruh regional kota penyelenggara dan swasta nasional di Jakarta. Peningakatan level ini memperbesar peluang para atlet untuk masuk seleksi Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas).

Daihatsu Astec Open 2018 tak hanya diikuti peserta dari Indonesia. Terdapat sejumlah pemain asing dari Malaysia, Jepang, Prancis, dan Inggris. Mereka tertarik bergabung karena Daihatsu Astec Open 2018 merupakan kompetisi besar.

Menurut Alan, peserta asing meningkat dari tahun ke tahun. Jepang menerjunkan 30 lebih pemain saat Daihatsu Astec Open 2018 diselenggarakan di Yogyakarta. 

"Mereka sangat antusias. Tidak ada kriteria khusus bagi mereka untuk mengikuti turnamen ini. Cukup membawa paspor untuk mengidentifikasi identitas mereka dan disesuaikan dengan kategorinya,” ujar Alan. 


Peserta Daihatsu Astec Open 2018 menunjukkan bakat terbaiknya (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)

Rangkaian kegiatan yang diselenggarakan sejak Februari 2018 ini tak sekadar turnamen semata. Ada juga pembinaan atlet yang bekerja sama dengan Chandra Wijaya International Badminton Center. 

“Di setiap kota digelar coaching clinic yang melibatkan Alan Budikusuma dan Susy Suanti,” kata Marketing CR Division Head Al-DSO Hendrayadi Lastiyoso. 

Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra menegaskan Daihatsu Astec Open 2018 akan kembali digelar pada 2019. Perbaikan kualitas akan menjadi fokus penyelenggaraan tahun depan.

"Tahun depan, kita tidak mencari kuantitas, tapi kualitas. Tetap diselenggarakan di 10 kota, atau bila memungkinkan akan dikurangi. Sebab, turnamen yang diadakan setiap bulan pasti ada periode yang sepi karena ujian sekolah. Namun, ini tidak mengurangi fokus untuk mencari bibit berbakat,” kata Amelia.
(ROS)