Indonesia Open 2018

Kata Tontowi/Liliyana setelah Mengakhiri "Kutukan Istora Senayan"

Kautsar Halim    •    08 Juli 2018 21:39 WIB
bulu tangkisindonesia open
Kata Tontowi/Liliyana setelah Mengakhiri Kutukan Istora Senayan
Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir saat berlaga di final. (Foto: Medcom.id/Kautsar)

Jakarta: Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir akhirnya berhasil menjuarai Indonesia Open 2018. Prestasi itu sangat spesial karena keduanya belum pernah memenangkan event serupa apabila berlangsung di Istora Senayan, Jakarta.

Gelar Indonesia Open 2018 dipastikan Owi/Butet--nama panggilan Tontowi/Liliyana setelah menekuk wakil Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying pada fase final, Minggu 8 Juli. Saat itu, Owi/Butet menang mudah dengan skor 21-17, 21-8.

Sejatinya, Owi/Butet berhasil keluar sebagai pemenang di ajang Indonesia Open 2017. Akan tetapi, saat itu eventnya berlangsung di Hall JCC Senayan karena Istora sedang direnovasi untuk menyambut Asian Games 2018. Tahun ini, merupakan Indonesia Open yang kedelapan untuk Owi/Butet.

"Akhirnya, setelah sekian lama tampil di Istora, kami bisa juara. Pertamanya saya tegang karena banyak penonton. Tapi dalam hati saya ada keyakinan untuk menang. Selain itu, kami memang bisa menerapkan pola permainan yang telah direncanakan dalam laga tadi," ujar Tontowi.

Sementara itu, Butet yang biasanya kurang senang dengan adanya istilah "Kutukan Istora" mengaku tetap merasa lega juga. Kendati demikian perasaannya tetap campur aduk karena kemungkinan besar Butet bakal gantung raket setelah Asian Games 2018.

"Sebenarnya saya senang sekaligus sedih karena kemungkinan ini terakhir kali saya tanding di Indonesia Open. Kami senang bisa memberi gelar, mitos Istora angker buat Owi/Butet sudah tidak usah dibahas lagi, sudah dibayar lunas," ujar Liliyana.

"Maknanya besar buat kami, sejujurnya walaupun saya bilang tidak mau memikirkan, tapi tetap mikirin kok enggak bisa menang di Istora?" tambahnya menutup.

Owi/Butet yang saat ini berusia 30 dan 32 tahun merupakan ganda campuran terbaik Indonesia. Beberapa prestasinya yang paling membanggakan adalah merebut medali emas Olimpiade 2016 dan mencetak hattrick atau menang tiga kali berturut-turut di ajang All England.

 


(KRS)