Jelang Olimpiade 2020

Susy Susanti Imbau Atlet Pelatnas Tingkatkan Kualitas Latihan

Kautsar Halim    •    06 Februari 2019 17:12 WIB
bulu tangkis
Susy Susanti Imbau Atlet Pelatnas Tingkatkan Kualitas Latihan
Kabid Binpres PBSI, Susy Susanti. (Foto: Terbit/ADAM DWI)

Biasanya, yang mampu menyabet gelar juara berasal dari sektor ganda putra atau ganda campuran.

Jakarta:
Kabid Binpres PBSI, Susy Susanti, mengimbau para atletnya untuk meningkatkan kualitas berlatih. Itu dia inginkan demi mendapatkan prestasi lebih baik saat bertanding atau ketika mengikuti turnamen.

Tidak dipungkiri, prestasi bulu tangkis Indonesia memang kurang merata dalam beberapa tahun belakangan ini. Biasanya, yang mampu menyabet gelar juara berasal dari sektor ganda putra atau ganda campuran.

Ditengah situasi itu, para pebulu tangkis Indonesia malah dihadapkan berbagai agenda 2019 yang sangat penting. Sebab, mulai April nanti, hasil turnamen internasional yang diikuti bakal menjadi tabungan poin menuju Olimpiade 2020.
 

Klik: Lee Chong Wei Belum Berani Latihan Berat


Susy pun menyadari prestasi tim bulu tangkis Indonesia yang statis. Oleh karena itu, dia mengimbau para atlet agar mau berjuang lebih keras lagi ketika latihan. Setidaknya, tegas Susy, mereka semua mau menempa diri tiga kali lipat lebih lelah ketimbang saat bertanding.

"Kalau latihan melakukan 20 kali smes, paling di pertandingan cuma lima sampai enam kali smes untuk satu poin. Kalau di nomor tunggal, bahkan bisa 56 kali sampai 80 kali. Latihannya itu memang harus tiga kali lipat," tutur Susy seperti dikutip dari rilis Humas PBSI.

"Saat pertandingan, setengahnya bakal sudah hilang karena tenaga lebih terkuras akibat rasa tegang, feeling yang belum dapat dan sebagainya. Nah, kalau kita bisa menerapkan yang setengahnya saja sudah bagus," tambahnya.
 

Klik: Gaya Kevin/Marcus Rayakan Imlek 2019


Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon masih menjadi tumpuan untuk menyelamatkan muka Indonesia di berbagai turnamen internasional. Prestasinya cukup konsisten dalam beberapa tahun belakangan ini dan mereka pun sedang berstatus sebagai ganda putra terbaik dunia.

Di bawah Kevin/Marcus, biasanya ada Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang ikut menyumbang gelar lewat nomor ganda campuran. Tapi, Liliyana memutuskan pensiun pada akhir Januari lalu dan Tontowi pun belum punya catatan positif bersama pasangan barunya yang lebih muda, yakni Winny Oktavina Kandow.

Untuk sektor tunggal putra terdapat perkembangan dengan masuknya Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie di urutan 10 besar dunia. Kemudian, Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang sering disebut spesialis semifinal juga bisa duduk di ranking empat dunia ganda putri.

Sementara itu, untuk nomor tunggal putri yang dimainkan Susy saat aktif menjadi pemain malah masih melempem.
Pencapaian terbaik hingga saat ini masih dipegang Gregoria Mariska Tunjung dengan berada di urutan 14 dunia. Di belakang Gregoria ada Fitriani yang bertengger di ranking 30 dunia.




(KAU)