Menpora Panggil PBSI Evaluasi Buruknya Prestasi Indonesia

Rendy Renuki H    •    05 Juni 2017 17:08 WIB
bulu tangkiskemenpora
Menpora Panggil PBSI Evaluasi Buruknya Prestasi Indonesia
Suasana pertemuan Menpora Imam Nahrawi dengan PP PBSI di Kantor Kemenpora, Senin (5/6/2017) (Istimewa)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi memanggil perwakilan Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) untuk mengevaluasi buruknya prestasi bulu tangkis Indonesia saat ini. Pertemuan di Kantor Kemenpora itu mengacu kepada hasil negatif pada ajang Piala Sudirman di Gold Coast, Australia, 21-28 Mei lalu.

Kontingen Merah-Putih harus angkat koper lebih awal setelah tersingkir dari fase grup. Tergabung di Grup D bersama Denmark dan India, Indonesia hanya menempati posisi buncit turnamen beregu campuran tersebut.

Hasil buruk itu membuat Menpora mengadakan pertemuan dengan PBSI yang juga dihadiri Satlak PRIMA serta KONI untuk mencoba mencari solusi. Seperti misalnya tawaran Menpora terhadap penggunaan sport science yang ada di Kemenpora. Demikian pula tawaran PRIMA untuk pendampingan fisik maupun psikologis serta minimalisasi tingkat cedera yang signifikan untuk kepentingan PBSI di masa mendatang.

(Baca: Pujian Pelatih Ganda Putri kepada Greysia/Apriyani)


"Rapat diadakan untuk mengetahui latar belakang buruknya prestasi tim bulu tangkis Indonesia saat Piala Sudirman. Tidak hanya publik yang menunjukkan kekecewaannya, tetapi juga Presiden dan Wakil Presiden di sela-sela sidang kabinet. Sehubungan dengan itu, Sekjen PBSI menyampaikan permohonan maaf atas buruknya prestasi tersebut," kata Menpora dalam pengantar rapatnya melalui rilis yang diterima Metrotvnews.com, Senin (5/6/2017).

Sementara, Sekretaris Kemenpora Gatot S Dewa Broto menjabarkan jika terdapat beberapa hal yang perlu diketahui dalam pertemuan tersebut. Diantaranya, PBSI menyatakan jika sesungguhnya mereka melakukan persiapan yang maksimal dan bahkan lebih khusus untuk Piala Sudirman karena Indonesia berkeinginan dapat memboyong kembali Piala Sudirman.

Gatot pun menjelaskan melalui pesan elektroniknya jika kekalahan Indonesia atas India dalam penyisihan Piala Sudirman benar-benar di luar dugaan PBSI berdasarkan perhitungan, track record, kondisi saat itu dan peringkat yang ada. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI, Susi Susanti pun meminta maaf dan menjelaskan percepatan regenerasi di PBSI untuk meminimalisir ancaman dari negara lain.

Selain mengevaluasi hasil buruk di Piala Sudirman, Menpora pun meminta PBSI mempresentasikan Road Map menuju Asian Games, dengan pertimbangan bulu tangkis menjadi harapan paling besar untuk memperoleh medali emas. Ia juga menilai perlu adanya sinergitas antara pelatih PBSI dan Satlak PRIMA secara komprehensif dan obyektif, mengingat sebelum ini terkendala hubungan yang kurang harmonis meskipun Satlak PRIMA sudah berusaha menawarkan diri untuk membantu.

Video: ?Indonesia Raih Dua Gelar Juara di Thailand Open 2017
 


(ACF)