Jelang F1 Meksiko

Pembalap Adu Trik PIlihan Kompon Ban untuk F1 Meksiko

Ahmad Garuda    •    18 Oktober 2016 16:57 WIB
f1 meksiko
Pembalap Adu Trik PIlihan Kompon Ban untuk F1 Meksiko
Pilihan kompon ban untuk F1 Meksiko, resmi dirilis Pirelli. Pirelli

Metrotvnews.com, Italia: Seri Formula One (F1) di Meksiko baru akan berlangsung akhir Oktober mendatang, tepatnya (30/10/2016). Sebagai bagian dari trik dan persiapan para pembalap jelang balapan tersebut, Pirelli merilis pilihan kompon ban dari para pembalap untuk balapan perdananya di Sirkuit Autódromo Hermanos Rodríguez.

Pilihannya cukup unik, lantaran beberapa pembalap menegaskan pilihannya untuk tampil lebih agresif dengan konfigurasi pilihan ban agresif untuk balapan yang berlokasi di dalam tengah Kota Meksiko. Misalnya Daniil Kvyat dan Carlos Sainz Jr yang memilih ban kompon delapan pasang ban kompon ekstra lunak. Kompon ekstra lunak ini, bisa dipastikan bakal jadi pilihan strategi untuk memaksa posisi mereka terdongkrak di sesi kualifikasi dan memanfaatkan peluang saat melakukan strategi pit stop.

Konsekuensi pemilihan kompon ekstra lunak yang cukup banyak tersebut, keduanya hanya menyisakan dua set ban kompon medium dan tiga set kompon lunak. Berkebalikan dengan trik pemilihan kompon ban yang digunakan Kevin Magnussen dengan lima set ban kompon medium. Ia hanya menyisakan dua set kompon lunak sementara untuk kompon ekstra lunak masih standar dengan jumlah enam set.

Bagian yang cukup menarik adalah strategi yang digunakan oleh Lewis Hamilton dan Nico Rosberg. Kedua pembalap yang sedang berebut posisi teratas di klasemen pembalap itu sepertinya punya trik yang berbeda. Rosberg sepertinya lebih tertarik untuk mengeksplorasi kemungkinan penggunaan berkompon medium yang lebih banyak. Sementara rekan setimnya punya strategi yang lebih agresif pada penggunaan ban.

Begitu juga dengan kedua pembalap Ferrari. Sebastian Vettel cenderung memilih kompon ban yang lebih agresif lantaran lebih banyak memasukkan set ban ekstra lunak. Begitu juga dengan Kimi Raikkonen yang hanya memilih dua set kompon ban medium.

Beragam strategi pemilihan ban ini, menunjukkan bahwa pembalap punya prediksi dan kecocokan karakter mobil mereka, gaya balap hingga faktor teknis lainnya. Misalnya Hamilton dengan balap agresif, biasanya butuh trik pitstop yang lebih rapat ketimbang rekan setimnya. Frekuensi pembeda jumlah lap untuk melakukan stint untuk kompon yang sama, biasanya berkisar 2-4 lap. Bisa jadi ini menguntungkan tapi juga bisa merugikan, tergantung temperatur trek, setup karakter mobil hingga agresif atau tidaknya seorang pembalap.



(UDA)