Formula 1

Balap F1 Tak Lagi Menguntungkan bagi Malaysia

Ahmad Garuda    •    23 November 2016 18:03 WIB
formula 1
Balap F1 Tak Lagi Menguntungkan bagi Malaysia
Pagelaran balap F1 tak pernah lagi memberikan keuntungan kepada penyelenggara F1 Malaysia. XPB Images

Metrotvnews.com, Kualalumpur: Kementerian Pemuda dan Olahraga Kerajaan Malaysia, yaitu Khairy Jamaluddin memastikan tak lagi menggelar balapan Formula One (F1) setelah kontraknya habis di akhir musim 2018. Ia menyatakan bahwa tak Malaysia tak pernah lagi bisa menarik keuntungan karena jumlah penonton dari tahun ke tahun terus turun.

Mereka mengakui bahwa sebesar EUR64 juta atau setara dengan Rp1 triliun, harus mereka keluarkan setiap tahunnya untuk menyelenggarakan F1, tapi investasi mereka sepertinya hilang begitu saja. Tak ada lagi yang membuat balapan ini menarik bagi penonton di negara tersebut. Sangat kontras dengan kondisi penonton MotoGP yang terus naik dari tahun ke tahun.

Alasan lain yang membuat F1 tak menarik bagi penonton di Malaysia, adalah karena tidak adanya pembalap Malaysia di ajang tersebut. Berbeda dengan ajang balap MotoGP, mereka menempatkan beberapa pembalap di dua kelas yaitu Moto3 dan Moto2. Sementara sisi bisnis juga terus jalan, karena banyak rekanan, sponsor tim dan pembalap yang memang sengaja datang meramaikan event ini.

Namun Khairy tak menutup kemungkinan jika memang balapan F1 jadi lebih baik dan bisa meraup potensi penonton dan serunya balapan, kembali ke Sirkuit Sepang. Namun jika regulasinya tetap seperti ini, dan biaya pelaksanaannya yang sangat tinggi, maka Malaysia masih tetap pada pendiriannya.

Khairy menegaskan ingin memfokuskan investasi mereka untuk memcari bibit pembalap muda untuk ajang balap F1. Itu lebih masuk akal ketimbang melaksanakan balapan F1 yang investasinya tak pernah kembali. Lagi pula jika dibandingkan dengan pembiayan pembalap, rasanya tak begitu berat ketimbang membiayai pagelaran balap selevel F1.


(UDA)