F1 Brasil

Verstappen Unjuk Kematangan di F1 Brasil

Ahmad Garuda    •    14 November 2016 10:56 WIB
f1 brasil
Verstappen Unjuk Kematangan di F1 Brasil
Max Verstappen unjuk kematangna performa di F1 Brasil. XPB Images

Metrotvnews.com, Brasil: Beberapa seri yang dilewati Max Verstappen di Formula One (F1) 2016, kebanyakan dianggap sebagai pembuat 'kerusuhan' atau membuat ulah yang bikin pamornya jadi turun. Tapi di F1 Brasil yang berlangsung Minggu (13/11/2016) pembalap asal Belanda itu unjuk kematangan.

Performa matang itu terutama terlihat setelah mengalami selip ban sebelum tikungan tikungan terakhir di pertengahan balapan, Ia pun memutuskan untuk melakukan penggantian ban. Keputusan itu ternyata menjadi keputusan tepat baginya. Lantaran dalam 12 lap Ia bisa mengejar ketertinggalan dari posisi 14 dan finish di urutan ketiga.

"Balapan kali ini sangat istimewa karena beberapa kali direktur balapan akhirnya menghentikan balapan karena sirkuit sangat licin. Sangat sulit terutama di jalur lurus start dan finish. Mobil sempat melintir di tikungan terakhir dan nyaris menyenggol pagar pembatas lintasan. Beruntung itu tak terjadi dan saya tetap bisa mempertahankan posisi kedua," cerita Verstappen.

Putra legenda balap F1 Jos Verstappen itu pun melakukan aksi heroik usai pit stop mengganti ban jenis basah. Ia menyusul satu demi satu pembalap termasuk yang paling sulit disusul adalah Sebastian Vettel. Namun bermodalkan mobil yang lebih kompetitif, Ia menunjukkan kematangannya dengan menyusul dari beberapa sudut. Hingga akhirnya memanfaatkan celah apex jelang tikungan terakhir.

Balapan di F1 Brasil semapt di-restart sebanyak dua kali karena banyaknya kecelakaan dan kondisi trek yang sangat ekstrim. Beberapa korban pembalap yang menabrak pagar pembatas, membuat mereka tak bisa start lagi. Saat mengawali balapan dengan safety car, hujan kembali turun dan akhirnya balap dihentikan sementara lagi untuk kedua kali.

Kondisi ekstrim ini berlanjut hingga akhir balapan, beruntung di sepertiga balapan, hujan yang turun tak begitu ekstrim seperti di awal dan sepertiga balapan kedua.


(UDA)