Jelang F1 2018

Profil Tim F1: McLaren

A. Firdaus    •    23 Maret 2018 15:09 WIB
F1 2018
Profil Tim F1: McLaren
McLaren Renault (Foto: McLaren)

Seakan tak betah terus menerus berada di papan tengah, McLaren mulai mencari solusi bagaimana mereka bisa berjaya kembali di Formua 1. Terlebih setelah tiga musim yang mengecewakan bersama Honda.

Berniat ingin mengembalikan kejayaan, McLaren menggandeng Honda pada 2015. Tapi kerja sama mereka dengan penyuplai mesin asal Jepang itu hanya menghadirkan kekecewaan.

Ketika itu, Honda yang kembali berkiprah di F1 ingin mencoba menjalin kerja sama dengan salah satu tim. Bak gayung bersambut, comeback mereka di F1 ditanggapi McLaren. Apalagi saat itu tim asal Inggris tersebut baru saja berpisah dengan Mercedes.

Klik di sini: BAM Bidik Li Yongbo Pimpin Bulu Tangkis Malaysia

Sayangnya jalinan tersebut tak membuahkan hasil manis. Dalam hubungan yang berlangsung selama tiga tahun tersebut, musim terbaik McLaren terjadi pada 2016 dengan finis di posisi keenam.

Kini setelah menjalani perjalanan pahit, McLaren mencari partner lain dengan menerima pinangan Renault. Tim yang bermarkas di Woking ini bersedia menggunakan mesin Renault mulai musim ini hingga 2020.

Profil Pembalap:
Fernando Alonso

Di kancah F1, Alonso punya catatan hebat. Ia pernah juara dunia dua kali, yaitu pada 2005 dan 2006. Ketika itu pembalap berusia 36 tahun ini masih membela Renault.

Punya modal juara dunia dua kali membuat Alonso menjadi pembalap kesayangan McLaren. Bukan tak mungkin, diceraikannya Honda tak lepas dari keluhan-keluhan Alonso selama menggunakan mesin tersebut.

Untuk itu Alonso menerima perpanjangan kontrak bersama McLaren, tepatnya beberapa saat usai McLaren menjalin kerja sama dengan Renault. Sayang, McLaren enggan mengumbar durasi kontrak baru Alonso.

Klik di sini: Golden State Warriors Dapat Kabar Gembira dari Stephen Curry

Stoffel Vandoorme
Sempat menjadi pembalap penguji selama dua musim usai naik kelas dari GP2 (sekarang F2) pada 2016, buah kesabaran Vandoorme berujung manis.

Tepatnya pada 2018 ini, pria asal Belgia itu akhirnya menjadi pembalap utama mendampingi Alonso. Vandoorme menggantikan posisi Jenson Button yang resmi pensiun dari dunia F1.

Prestasi McLaren di F1
McLaren dulunya merupakan salah satu tim yang diperhitungkan sebelum kejayaan mereka digeser Ferrari. Pabrikan asal Italia itu kemudian menenggelamkan McLaren hingga terakhir kali mereka menjadi juara konstruktor pada 1998.

Sejak menjalani GP pertama mereka pada 1966 di Monaco, McLaren telah mengoleksi delapan gelar juara konstruktor dan mengantarkan 12 kali pembalapnya meraih juara dunia.

Kini McLaren berharap bekerja sama dengan Renault bisa mengembalikan kejayaan mereka, yaitu merasakan trofi pertama juara konstruktor dalam 20 tahun lamanya.

Tim Thomas dan Uber Indonesia Tergabung di Grup Neraka



(FIR)