F1 2018

GP Monaco dan Rusia Tetap Munculkan "Gadis Grid"

Krisna Octavianus    •    08 April 2018 09:18 WIB
F1 2018
GP Monaco dan Rusia Tetap Munculkan Gadis Grid
Gadi Grid saat GP Monaco 2015. (Foto: AFP/ANDREJ ISAKOVIC)

Monaco: Penyelenggara Grand Prix Monaco dan Rusia mengindikasikan mereka akan menentang keputusan F1 soal "gadis grid" pada balapan. Mereka akan tetap menampilkan gadis-gadis cantik ketimbang anak-anak untuk di grid balap.

Pemilik Liberty Media mengatakan pada Januari setiap penyelenggara balapan F1 akan berhenti menggunakan model perempuan dan menggantikannya dengan "anak-anak grid".

Namun keputusan itu mendapat pertentangan. Ketua penyelenggara GP Monaco, Michel Boeri mengatakan satu-satunya masalah dengan Liberty adalah hilangnya gadis-gadis di grid. Dia menambahkan: "Mereka cantik. Kamera-kamera akan ada pada mereka."

Lewis Hamilton tampak mendukung langkah itu dengan mengunggah di akun Instagram-nya, sebelum menghapus gambar. Juara dunia empat kali F1 itu mempublikasikan foto beberapa gadis grid dengan pesan: "Terima kasih, Tuhan."

Langkah Monaco dilakukan setelah wakil perdana menteri Rusia Dmitry Kozak, yang mengepalai komite penyelenggara Grand Prix Rusia, mengatakan dia berpikir Liberty Media salah untuk membawa anak-anak ke trek karena tidak akan cocok.

"Di sini seharusnya orang dewasa," katanya dalam tanda kutip yang dilaporkan oleh kantor berita Rusia, Interfax.

"Dalam segala bentuk (olahraga) motorsport, ada gadis yang mengiklankan mobil secara harmonis dan menyenangkan," lanjutnya.

"Jika kami berhasil mencapai kesepakatan, kami berencana untuk mengembalikan tradisi ini. Bagaimanapun juga, gadis-gadis kami adalah yang paling cantik," tegas Dmitry Kozak.

Grand Prix Monaco, ajang F1 paling bergengsi akan berlangsung pada 27 Mei, Rusia di resor Laut Hitam Sochi pada 30 September.

Sementara itu, Direktur Pelaksana F1 dari bagian komersial, Sean Bratches mengatakan bahwa penggunaan gadis-gadis grid jelas bertentangan dengan norma-norma kemasyarakatan modern. Dia mengatakan: "Kami tidak percaya praktik ini sesuai atau relevan dengan Formula 1 dan para penggemarnya, tua dan baru, di seluruh dunia." (BBC)

 


(KRS)