Jelang F1 Brasil

Tingkat Frustrasi Vettel sudah Berlebihan

Ahmad Garuda    •    07 November 2016 12:32 WIB
f1 brasil
Tingkat Frustrasi Vettel sudah Berlebihan
Sebastian Vettel kini mengalami tingkat frustrasi yang cukup tinggi. XPB Images

Metrotvnews.com, Meksiko: Ketika Sebastian Vettel mengatakan bahwa tingkat stres cukup tinggi saat Ia menghujat direktur balap Formula One (F1) di Meksiko (30/10/2016), bukanlah stress tingkat biasa. Menurut mantan rekan setimnya, Daniel Ricciardo, bahwa tingkat frustrasi yang dialami Vettel sudah berlebihan.

Pembalap asal Australia itu menegaskan bahwa semua pembalap mengalami tingkat stress yang tinggi saat balapan. Tapi jika seorang pembalap menyuarakan tingkat kekesalannya melalui radio komunikasi dan dapat didengar oleh tim dan pengawas balapan, maka kategori frustrasinya sudah sangat tinggi.

"Memang ketika kita bilang bahwa momentum itu memang sedang panas-panasnya, ya paling tidak bisa menyalurkan kekesalan cukup di dalam helm tanpa harus meneriakkannya melalui radio komunikasi. Anda harus super sabar untuk hal yang satu itu. Kalau saya dalam kondisi yang sama seperti Vettel, saya juga akan memaki dua kali lebih kejam. Tapi untuk menyuarakannya melalui radio komunikasi, saya harus bicara ke diri sendiri dulu sebelum melakukannya," klaim Ricciardo.

"Saya menganggap Vettel mungkin lebih frustrasi tahun ini. Beberapa tahun lalu, Ia sudah menunjukkan bahwa Ia bisa sangat emosional, tapi tahun ini, tingkat frustrasinya lebih tinggi. Harapan Ferrari dan Vettel tahun ini adalah bisa menyaingi Mercedes GP, tapi faktanya jauh dari asumsi awal. Sehingga pembalap yang punya ekspektasi tinggi dan bersentuhan langsung di trek, mencari cara lain untuk mengungkapkan kekesalannya."

Sejak pindah ke tim Ferrari, Ia belum konsisten meraih kemenangan. Tahun lalu Ia mengamankan 3 kemenangan namun tahun ini terlihat penurunan besar yang dialami pembalapnya itu. Ia tak pernah lagi meraih kemenangan di 2016 bahkan finish di posisi podium pun cukup berat. Tingkat frustrasi ini ditambah karena sudah tiga kali Ia tidak finish.


(UDA)