F1 2017

Sulit Bersaing, F1 akan Beri Kelonggaran Pabrikan Mesin Baru

Rendy Renuki H    •    05 Juli 2017 20:30 WIB
f1 2017
Sulit Bersaing, F1 akan Beri Kelonggaran Pabrikan Mesin Baru
Suasana balapan GP F1 Azerbaijan (AP Photo/Darko Bandic)

Metrotvnews.com, Jenewa: Managing Director Formula 1 Ross Brown akan memberikan kelonggaran peraturan untuk pabrikan mesin baru. Hal itu mengacu kepada beberapa pabrikan, salah satunya Honda yang sulit bersaing mengimbangi performa para pabrikan besar.

Federasi Balap Mobil Internasional (FIA) menyebutkan pada awal musim mesin V6 turbo hybrid yang dikembangkan Mercedes, Ferrari, dan Renault masing-masing tidak terpaut waktu lebih dari 0,3 detik.

Honda yang kembali ke ajang F1 pada 2015 lalu masih mengalami kesulitan bersaing dengan tim besar. Sehingga mereka mengambil langkah bergabung dengan McLaren.

Namun, kini hubungan Honda dengan McLaren menjadi tegang. Karena kesulitan Honda mengembangkan mesin yang bisa bersaing secara kompetitif di ajang balap jet darat paling beken di dunia.

(Baca: FIA Putuskan Tak Berikan Sanksi Tambahan kepada Vettel)


"Di bawah peraturan baru (setelah 2020), kami bisa mempertimbangan memberikan bantuan kepada pabrikan baru yang bergabung setelah tanggal regulasi baru itu dimulai," ujar Brawn.

"Jika Anda ingat dengan sistem token, pabrikan yang baru masuk kemungkinan bisa mendapatkan token yang lebih banyak untuk pengembangan tahun-tahun awal mereka," sambungnya.

"Jika Honda meminta pertolongan kami, untuk sesuatu yang berada dalam kemampuan kami sebagai regulator F1, dan bukan untuk sesuatu yang memunculkan persaingan yang tidak sehat, maka kami akan membantu." tutupnya.

McLaren-Honda memang harus menghadapi kenyataan menjadi tim paling lemah di F1 musim ini. Mereka hanya menempati posisi terakhir klasemen konstruksi F1 musim ini dengan baru mengumpulkan dua poin. (Motorsport)

Video: Peter Sagan Menangi Etape III Tour De France
 


(REN)