Verstappen Sesali Sumpah Serapah tak Senonohnya

M. Rizky Adhestian    •    31 Juli 2018 12:35 WIB
F1 2018
Verstappen Sesali Sumpah Serapah tak Senonohnya
Max Verstappen saat harus keluar dari balapan GP Hungaria (Foto: AFP PHOTO / FERENC ISZA)

Budapest: Pembalap Red Bull, Max verstappen, menyesali perbuatannya saat mengucapkan sumpah serapah dengan kalimat tidak pantas di radio tim. Hal itu dikarenakan dirinya geram harus keluar balapan Grand Prix Formula 1 Hungaria, Minggu 29 Juli, karena kerusakan mesin.

Mobil RB14 Verstappen mengalami masalah reliabilitas mesin dan membuatnya harus keluar balapan saat baru melewati lima lap. Pada radio tim, mobilnya disebutkan Verstappen kehilangan tenaga atau diduga mengalami kegagalan komponen MGU-K.

?Baca: Gagal Finis di Hungaria, Verstappen Salahkan Mesin Renault

Saat itu juga, pembalap berusia 20 tahun tersebut tidak kuasa menahan amarahnya pada pembicaraan radio tim. Sambil meminggirkan mobilnya, ia mengeluarkan kata-kata mendapat sensor dari penyiaran F1.
 
"Bisa tidak sih saya lanjutkan saja. Saya tidak peduli walaupun mesinnya meledak. Benar-benar lelucon ini semua, yang benar saja," ujar Verstappen.

Saking geramnya, Verstappen sempat meminta F1 untuk tidak menyensor kata-kata kasarnya. Namun, sebuah tulisan lewat akun Instagram resmi pembalap asal Belanda itu memperlihatkan penyesalan atas kelakuannya.
 

Looking back on yesterday the disappointment is still there. However, I should not have used the words I did in the heat of the moment. Emotions were running high after a good start to the race. These frustrations came for a reason, after another unexpected engine failure which have been happening too often over the past few years. We came to Budapest with high expectations and not being able to be competitive made it hard to swallow for us. I will go into the summer break hoping we will be back stronger after it.

A post shared by Max Verstappen (@maxverstappen1) on Jul 30, 2018 at 2:15am PDT


"Melihat yang terjadi kemarin, masih kecewa. Bagaimanapun, saya seharusnya tidak berkata begitu meskipun kecewa. Padahal awal balapan sudah bagus," tulisnya.

"Kegeraman ini ada alasannya, setelah sebelumnya sering terjadi beberapa tahun terakhir. Kami datang ke Budapest dengan harapan tinggi, tapi tidak kompetitif dan kami sulit menerimanya. Saya akan kembali setelah paruh musim dan lebih kuat lagi."

Masalah ini diduga serupa seperti yang di alami rekan satu timnya, Daniel Ricciardo pada seri sebelumnya yang berlangsung di Jerman. Verstappen merasa timnya telah dirugikan oleh pihak Renault sebagai penyokong mesin.




(REN)