Masa Depan F1

Masa Depan F1 Tidak Jelas, Ricciardo Enggan Teken Kontrak Jangka Panjang

M. Rizky Adhestian    •    19 April 2018 00:13 WIB
F1 2018
Masa Depan F1 Tidak Jelas, Ricciardo Enggan Teken Kontrak Jangka Panjang
Daniel Ricciardo usai memenangi GP Tiongkok 2018 (Foto: AFP PHOTO / Johannes EISELE)

London: Pembalap Red Bull, Daniel Ricciardo, mengungkapkan keraguannya akan arah masa depan olahraga Formula 1. Karena itu, pembalap asal Australia tersebut tidak ingin terikat kontrak terlalu lama dengan tim manapun.

Dalam beberapa tahun terakhir, pamor F1 terus mengalami penurunan, baik dari segi komersil maupun penonton. Bahkan, situasi ini membuat Malaysia akhirnya memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak sebagai tuan rumah F1.

Regulasi yang kerap berubah konon menjadi penyebab merosotnya pamor F1. Mulai dari regulasi soal mesin, hingga aturan-aturan lain yang dinilai justru membuat balapan berlangsung membosankan karena jarang terjadi aksi salip menyalip.

Baca: Pengurangan Poin untuk Menghentikan Kebiasaan Buruk Pembalap


"Saya tidak ingin menandatangani (kontrak) yang berdurasi terlalu panjang karena saya tidak tahu arah olahraga ini. Saya merasa hidup berjalan sangat cepat," kata Ricciardo

"Setiap tahunnya sesuatu bisa berubah. Jadi, saya tidak ingin terikat untuk empat tahun dan saya merasa 'saya tidak ingin melakukannya lagi'," sambungnya.

Federasi Automobil Internasional (FIA) bersama Liberty Media sebagai operator, saat ini tengah bekerja keras untuk kembali meningkatkan pamor F1. Salah satu terobosan yang saat ini coba dikembangkan adalah dengan menambah zona DRS (Drag Reduction System) di beberapa sirkuit sehingga meningkatkan potensi terjadinya aksi salip-menyalip antar pembalap.
 

Baca juga: Gandeng Investor Asing, Sirkuit Sentul Siap Gelar MotoGP 2020


"Idealnya, saya ingin meneken kontrak dua tahun. Saya rasa dengan dua tahun saya akan merasa nyaman. Tahun ketiganya (2021) akan terjadi perubahan peraturan. Jadi, saya mungkin akan menunggu dan melihat apa yang terjadi," ujar Ricciardo.

Terlepas dari kekhawatirannya terkait masa depan F1, Ricciardo terus menunjukkan kematangannya sebagai salah satu kandidat juara musim ini. Terakhir, ia sukses memenangi GP Tiongkok, usai menyalip dua kandidat kuat juara, Lewis Hamilton dan Sebastian Vettel.

Dengan dukungan strategi pitstop yang tepat dari kubu Red Bull, Ricciardo yang mengawali start di posisi enam, berhasil mengakhiri balapan dengan berdiri di podium utama. (Reuters)

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga?

Video: ?Perkembangan Pemulihan Cedera Neymar




(ACF)