F1 Brasil

F1 Brasil Punya Level Kesulitan Cukup Tinggi

Ahmad Garuda    •    16 November 2016 12:02 WIB
f1 brasil
F1 Brasil Punya Level Kesulitan Cukup Tinggi
Formula One Brasil tahun ini dinilai punya level kesulitan tinggi. XPB Images

Metrotvnews.com, Brasil: Selain masalah grip ban yang tak bagus dirasakan sebagian besar pembalap Formula One (F1) di Sirkuit Interlagos, Brasil, juga karena banyak masalah lain. Misalnya cuaca mendung yang membuat visibilitas jadi berkurang dan juga cipratan air yang menghalangi pendangan dengan pembalap di depan.

Menurut kebanyakan pembalap, F1 Brasil punya level kesulitan cukup tinggi tahun ini. Beberapa pembalap mengalami kecelakaan besar dengan menabrak pagar pembatas dan membuat safety car harus mengambil tindakan selama dua kali.

Belum lagi hujan yang terus-terusan mengguyur sirkuit, membuat para pembalap harus menjalani balapan dengan kawalan safety car cukup lama. Salah satu kecelakaan yang nyaris berbuntut panjang adalah yang dialami oleh Kimi Raikkonen. Esteban Ocon yang melintas cepat dari belakang nyaris menabrak pembalap tim Ferrari itu.

"Penonton sangat mudah mengatakan mengapa para pembalap ini tak balapan, ini bukan F1 lagi! Padahal sebagai pembalap ini adalah kondisi tersulit yang kami rasakan. Ketika mobil Kimi Raikkonen menabrak pagar pembatas, itu jaraknya hanya 10 meter di depanku, Kecepatan mobil saat itu adalah 300 km per jam, bisa dibayangkan gaya tabrakan dari 300 km per jam ke titik diam, itu berapa besar," klaim pembalap tim Manor Racing, Esteban Ocon.

Prinsipal tim Red Bull Racing yaitu Christian Horner menegaskan bahwa mereka mengerti jika pembalap dan orang-orang di paddock mengatakan kesulitan itu. Karena memang yang mereka utamakan adalah faktor keamanan pembalap.

Lebih fantastis lagi karena meski dalam kondisi ekstrim seperti itu, balapan tetap berlangsung dalam kondisi yang seru. Para pembalap adu strategi dan Max Verstappen mencuri perhatian dengan aksi menyalipnya yang seakan pembalap kesetanan. Ia menerobos dari posisi 14 ke posisi 3 hanya dalam waktu di bawah 20 lap saja. Bisa dibayangkan betapa suksesnya strategi yang mereka lakukan di F1 Brasil.


(UDA)