Teknis Formula 1

Eksplorasi Sayap Depan, Fokus McLaren Tambah Downforce

Ahmad Garuda    •    19 Oktober 2016 10:51 WIB
teknologi f1
Eksplorasi Sayap Depan, Fokus McLaren Tambah <i>Downforce</i>
McLaren Honda terus eksplorasi sayap depan untuk tingkatkan downforce. Giorgio Piola

Metrotvnews.com, Jepang: Sejak kembali menggunakan mesin dari Honda, tim McLaren belum menemukan padanan terbaik untuk meningkatkan performa mobilnya. Baik untuk sektor tenaga mesin hingga kemampuan aerodinamika, masih membuat kedua pembalapnya sulit meraih hasil bagus.

Menurut Jenson Button, mereka cukup kuat di zona pengereman, tapi untuk berbelok dengan cepat, itu menjadi masalah besar bagi McLaren. Menurutnya floor atau bagian bawah mobil tidak cukup rapat. Sehingga aliran udara di bagian kolong masih membuat mobil terasa kurang grip atau kalau istilah kita 'limbung'.

Mereka pun fokus meriset sayap depan agar lebih aktif memproduksi daya tekan yang lebih besar saat menikung. Beragam hasil ubahan pun digambarkan Giorgio Piola sebagai Formula One Technical Analysis, kepada Motorsport.com. Piola menggambarkan hasil pengembangan yang dilakukan McLaren cukup signifikan.

Bagian yang pertama adalah flap tips atau ujung sayap bagian dalam yang melengkung. Bagian ini diberikan terapan atau dibelah dan membuat lengkungan sayap kecil yang bertugas mengarahkan angin ke atas. Artinya angin yang melalui permukaannya bakal memberikan tekanan besar saat mobil ini membelok ke kiri atau ke kanan. Lantaran ada tambahan bilah sayap.

Kemudian bagian kedua adalah bagian bawah main plane sayap depan. Terdapat bagian yang melengkung ke bawah dengan garis warna biru. Bagian ini difungsikan untuk mengatur angin yang melalui bagian bawah sayap depan bagian ujung, sebelum ditabrak oleh ban depan. Tugasnya adalah mengarahkan angin ke bagian dalam sebelum dibuang ke luar melalui putaran roda depan.

Berbeda dengan simulasi yang biasa digunakan tim lain. Eksplorasi aliran udara di bagian sayap depan ini, dialokasikan untuk mengarah ke bagian dalam, baru kemudian dibuang ke luar. Sehingga maksimalisasi downforce bisa tercapai.

Belum ada kepastian apakah desain saya depan yang sama bakal digunakan di Circuit of The Americas (COTA) untuk laga Formula 1 Austin pekan ini, Minggu (23/10/2016) ataukah tidak. Tapi rasanya bakal menarik jika McLaren masih menggunakan itu sebagai pembuktian di sirkuit selain Suzuka, Jepang.


(UDA)