Jelang F1 Austin

Pro-Kontra Manuver Verstappen di F1 Jepang, Jelang F1 Austin

Ahmad Garuda    •    19 Oktober 2016 11:19 WIB
f1 austin
Pro-Kontra Manuver Verstappen di F1 Jepang, Jelang F1 Austin
Manuver defensif Max Verstappen yang merugikan Lewis Hamilton di F1 Jepang. Red Bull

Metrotvnews.com, Austin: Manuver Max Verstappen di lap terakhir Formula One (F1) Suzuka, Jepang pada Minggu (9/10/2016) jadi pro-kontra menjelang laga F1 di Austin pekan ini (23/10/2016). Manuver yang Ia lakukan tepat di tikungan yang pernah menuai kontroversi antara mendiang Ayrton Senna dengan Alain Prost sebelum tikungan terakhir.

Kronologis kejadiannya adalah saat Lewis Hamilton ingin menyusul Verstappen dari sisi luar chicane. Verstappen yang berada di bagian dalam tiba-tiba melakukan trik devensif dan membuat Hamilton harus melakukan pengereman dengan cukup keras. Lantaran tak mungkin mengambil jalur yang sama dengan Verstappen, Ia pun mengalah dan masuk ke jalur lain di luar jalur utama.

Kondisi ini membuat Hamilton kehilangan kesempatan untuk mengejar poin di klasemen pembalap, lantaran manuver yang dilakukan tim Red Bull itu. Kendati tak melakukan kesalahan atau melanggar regulasi karena hanya melakukan sekali pergerakan di jalur balapnya, namun ini menjadi masalah besar.

Apalagi ketika pembalap di belakang memang memiliki performa yang lebih baik jelang garis finish. Kemudian muncullah rumor tentang pelarangan melakukan manuver yang merugikan pembalap lain jika performanya memang tak mumpuni.

Dari hasil polling yang dilakukan F1 Fanatic, 31% pembacanya menginginkan agar FIA melakukan pelarangan manuver seperti itu. Sementara 31% lainnya menentang jika dilakuan pelarangan, mengingat itu jelas-jelas strategi saat balapan. Kalau dilarang, maka akan membuat balapan tak seru lagi. Lainnya setuju saja sebesar 18% dan tidak setuju sebanyak 12%. Sisanya yang bingung memilih setuju atau tidak adalah sebesar 7%

Aksi Verstappen melakukan manuver defensif tak hanya dilakukan kali ini saja. Ia juga beberapa kali melakukan hal tersebut kepada pembalap lain. Kimi Raikkonen yang pernah paling dirugikan di F1 Hongaria. Ujung sayap depan mobil Kimi patah dan mengakibatkan sistem aerodinamika di mobilnya jadi tidak stabil.


(UDA)