Akuisisi Saham F1

Milyuner AS Beli Saham F1 Senilai Rp104 Triliun

Achmad Firdaus    •    08 September 2016 14:30 WIB
f1 2016
Milyuner AS Beli Saham F1 Senilai Rp104 Triliun
Suasana balapan F1 GP Bahrain (Foto: Google Image)

Metrotvnews.com, New York: Ajang balap Formula One akan memiliki bos baru. Dia adalah milyuner asal Amerika Serikat, John Malone.

Melalui perusahaannya John Malone Liberty Media, Malone akan membeli saham penuh Formula One, senilai USD8 miliar (Rp104 triliun) dari CVC Capital Partners, kelompok investasi Inggris yang sudah mengelola organisasi F1 sejak tahun 2005.

Liberty Media akan membayar harga ekuitas senilai UDS4,4 miliar (Rp57 triliun) secara tunai. Sisanya berbentuk saham baru dan pelunasan utang. Selanjutnya, Liberty Media Group akan berganti nama menjadi Formula One Group. 

Dalam pelaksanaannya, pihak Liberty Media mengatakan bakal tetap mempertahankan Bernie Ecclestone sebagai chief executive F1. Bernie dipercaya mengisi posisi tersebut lantaran sukses membesarkan olahraga balap mobil paling bergengsi itu ke pasar global selama empat dekade terakhir.

(BACA: Pembalap Mercedes Waspada dengan Penyebaran Virus Zika di Singapura)

Selain itu, pengusaha di bidang telekomunikasi itu juga menunjuk Chase Carey, wakil pimpinan perusahaan media terbesar di Amerika Serikat, 21th Century Fox, sebagai chairman baru F1.

Kesepakatan itu membuat Liberty Media memiliki kendali penuh untuk mengatur jalannya 21 balapan di musim ini. Itu dimulai pada GP Singapura di Sirkuit Jalan Raya, Marina Bay, 18 September mendatang.

"Kami sangat antusias untuk menjadi bagian dari Formula One," kata Presiden Liberty Media dan chief  excecutive Greg Maffei.

"Kami pikir perspektif jangka panjang kami dan keahlian dengan aset media dan olahraga akan memungkinkan kita untuk menjadi pelayan yang baik dari Formula Satu dan memberi dampak positif untuk fans, tim, dan pemegang saham kami," lanjutnya.

(BACA JUGA: Musim Depan, Jenson Button Istirahat sebagai Pembalap Utama)

Keputusan Liberty Media mengambil alih Formula One dinilai cukup menguntungkan. Pasalnya, ajang F1 yang sudah masuk ke pasar global mampu menarik keuntungan miliaran dollar setiap tahunnya dari sektor iklan dan hak siar televisi.

Kesepakatan ini juga semakin memperluas jaringan bisnis Liberty Company yang sebelumnya menjalankan bisnis media-sentris, termasuk kabel Time Warner televisi, promotor konser Live Nation, Atlanta Braves (klub Major League Baseball), saham di Formula E, dan penyedia semua versi mobil elektrik yang digunakan di ajang Formula One sejak tahun 2012.

John C Malone sebagai pemilik perusahaan tentunya akan bertambah kaya. Saat ini saja, pria berusia 75 tahun itu tercatat sebagai salah satu orang terkaya di dunia versi majalah Forbes dengan total kekayaan sebesar USD7,1 miliar atau setara Rp93 triliun. (SuperSport)


(Video: Hasil tenis US Open 2016)


(ACF)

Klasemen Sementara Perolehan Medali PON 2016 Hari ke-14
PON 2016 Jawa Barat

Klasemen Sementara Perolehan Medali PON 2016 Hari ke-14

5 hours Ago

Tuan rumah semakin kokoh dengan 177 medali emas. Sementara peringkat kedua dan ketiga terjadi p…

BERITA LAINNYA