Pro Kontra Penghapusan Gadis Seksi di F1

Ecclestone Kritisi Penghapusan Gadis Seksi di Grid F1

A. Firdaus    •    01 Februari 2018 20:12 WIB
f1
Ecclestone Kritisi Penghapusan Gadis Seksi di Grid F1
Mantan Supremo F1, Bernie Ecclestone (Foto: AFP)

London: Formula 1 kian tak menarik, menyusul keputusan Liberty Media mengumumkan untuk meniadakan kehadiran grid girls atau lazimnya dikenal umbrella girl di ajang MotoGP. Hal itu dilontarkan oleh mantan supremo F1, Bernie Ecclestone.

Belakangan ini, Liberty Media selaku pemilik F1 kerap melakukan beberapa perubahan. Selain mengubah logo F1, kini perusahan asal Amerika Serikat tersebut bakal menghapus kehadiran para gadis seksi yang bertugas memayungi para pembalap sebelum balapan dimulai.

Direktur Operasi Komersial Formula 1 Sean Bratches menganggap kehadiran grid girls tersebut tak relevan lagi dengan norma-norma masyarakat modern belakangan ini. Penggunaan grid girls, menurut Sean, tidak bisa menyuarakan nilai-nilai Formula 1 dengan baik.

Klik di sini: Marcus/Kevin Susah Payah Singkirkan Ganda Putra Thailand

Keputusan tersebut telah menjadi pokok pembicaraan di seluruh dunia. Termasuk Ecclestone yang tak mengerti langkah dan tujuan Liberty Media untuk menghapus keputusan tersebut.

"Negara-negara saat ini agak prudish. Anda harus diizinkan untuk memiliki grid girls. Bukan hanya pembalap, penonton juga menyukai keberadaan mereka dan tidak ada yang peduli," ujar Ecclestone kepada The Sun.

Klik di sini: Imbas Kasus Perselingkuhan, SK PNS Deni Ditangguhkan Kemenpora

"Saya tidak bisa melihat bagaimana seorang gadis berdiri dengan pembalap dan sebuah nomor di depan mobil F1 bisa menyinggung siapa pun. Mereka semua berpakaian sopan," sambungnya.

"Itu semua adalah bagian dari pertunjukan. Gadis-gadis dengan para pembalap adalah bagian dari ketegangan yang ditunjukkan sebelumnya," tegasnya.

Di sisi lain, Stuart Pringle, direktur pengelola sirkuit Silverstone menyetujui keputusan Liberty Media. Ia menganggap langkah yang dilakukan Liberty sudah tepat.

"Kami dengan sepenuh hati mendukung keputusan F1 untuk melarang penggunaan gadis-gadis grid. Ini adalah strategi usang yang tidak lagi memiliki tempat dalam olahraga," tegasnya.

Diterpa Masalah Pribadi, Deni Tetap Jadi Andalan di Asian Games 2018



(ACF)