McLaren Honda

Dilema McLaren, antara Alonso atau Honda

A. Firdaus    •    14 Maret 2017 10:20 WIB
f1 2017
Dilema McLaren, antara Alonso atau Honda
Fernando Alonso (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Woking: Ketika beberapa tim dan para pembalap menyatakan siap untuk menyambut kompetisi F1 musim  2017, tak demikian dengan McLaren. Produsen yang berbasis di Woking ini justru sedang dilanda dilema.

McLaren saat ini diterpa dengan sebuah tuntutan dari pembalapnya, Fernando Alonso. Juara dunia F1 dua kali ini menuntut perubahan mesin yang dinilai kurang mumpuni untuk bersaing di kompetisi balap jet darat ini.

Pernyataan itu dilontarkan Alonso pasca-tes pramusim di Barcelona pekan lalu. Ketika itu, mantan pembalap Ferrari tersebut hanya menduduki posisi ke-18 dari 22 pembalap yang melakukan uji coba di Sirkuit Catalunya.

Klik di sini: Sean Gelael Tampil Impresif pada Hari Pertama Tes Pra Musim F2

"Kami hanya perlu sebuah mesin yang dapat menjalankan secepat mobila yang lain di trek lurus. Kami hanya memiliki satu masalah yang ada pada unit daya. Tidak ada yang bisa diandalkan dan tidak ada power," ujar Alonso.

Jika ditilik dari rekam jejak McLaren saat mulai memilih mesin Honda pada 2015, tuntutan Alonso ada benarnya juga.

Dalam debut kebersamaan mereka, McLaren Honda hanya finis di posisi kesembilan. Mereka menempatkan dua pembalapnya dengan cukup memprihatinkan. Jenson Button hanya bisa finis di posisi ke-16, sementara Alonso lebih parah lantaran hanya bisa duduk di peringkat 17.


Alonso dan Vandoorne bakal memperkuat McLaren-Honda pada F1 2017

Pada musim kedua, memang ada perkembangan dari musim sebelumnya. Tapi tak begitu signifikan. McLaren Honda finis di posisi keenam dan menempatkan Alonso di posisi ke-10 serta Button yang harus puas berada di peringkat 15.

Direktur tim McLaren, Eric Bouiller coba meredam krisis ini dan enggan menanggapi tuntutan Alonso. Ia berdalih agar semua orang bersabar melihat McLaren bisa sehebat kala masih bermitra dengan Mercedes.

"Honda mencoba untuk membangun sebuah tim yang kompetitif, hanya saja mereka belum memiliki kultur di Formula One. Mereka merupakan perusahaan besar yang sukses dan mereka memiliki cara mereka sendiri dalam melakukan sesuatu," terang Boullier.

Klik di sini: Lorenzo Bangga Melihat Rapor Tes Terakhir di Qatar

"Untuk menyusun unit daya di Jepang adalah sebuah tantangan. Itulah sebabnya mereka memutuskan untuk meraciknya di Inggris. Anda harus cepat dalam mengembangkan mobil, secepat F1 bergerak. Proses, pengadaan, keduanya harus juga dilihat," sambungnya.

Jelas, dengan jawaban pria asal Prancis itu pihak mana yang akan dipertahankannya. Tentunya Boullier memilih untuk mempertahankan kesepakatannya dengan Honda yang baru akan kedaluwarsa pada 2024. Jadi, bukan tak mungkin Boullier bisa saja suatu saat nanti mendepak Alonso yang kontraknya akan habis pada akhir musim ini.

"Kami sudah tidak lagi membahas hal seperti kontrak Alonso. Dia tidak pernah mempersiapkan dirinya dengan baik. Dia ingin menyelesaikan masalah mesin dan ingin tahu apa langkah berikutnya," tegas Boullier.

Kini McLaren akan tetap menjalankan kompetisi F1 2017 dengan kepercayaan diri. Selain memiliki Alonso, mereka juga bakal mengandalkan pembalap anyar mereka, Stoffel Vandoorne. (Express)

Video Fakta, Ada 5 Negara Berbeda Juara di All England 2017
 


(FIR)