Sirkuit Formula 1

Surabaya Akan Punya Sirkuit Berkelas F1

Amaluddin    •    10 November 2016 09:25 WIB
formula 1
Surabaya Akan Punya Sirkuit Berkelas F1
Denah sirkuit yang dibangun pemerintah Kota Surabaya di komplek Gelora Bung Tomo (GBT). Istimewa

Metrotvnews.com, Surabaya: Tanpa wacana dan ribut-ribut, Kota Surabaya, Jawa Timur, akan punya sirkuit berstandar Formula One (F1) pada 2017. Arena balap berkelas internasional itu kabarnya bakal digelar di komplek Gelora Bung Tomo (GBT) di kawasan Benowo, Kecamatan Pakal, Surabaya.

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengatakan, sirkuit yang kabarnya punya standar F1 itu akan memiliki jalur lurus dengan panjang sekitar 450 meter, dengan lebar 30 meter. Dengan rincian 20 meter untuk lintasan balap, dan lima meter di sisi kanan dan kiri lintasan sebagai zona run-off.

"Saat ini proses pembangunan sudah mencapai 70 persen. Kami harap 2017 bisa digunakan," kata Risma, di Surabaya, Rabu (9/11/2016).

Risma mengaku sengaja membangun sirkuit di Surabaya, tujuannya untuk menekan jumlah balapan liar yang kerap meresahkan masyarakat. Sehingga pihaknya membangun sirkuit untuk memberikan fasilitas khususnya kepada anak-anak muda yang hobi di bidang otomotif.

"Arena sirkuit itu juga untuk menunjang bakat anak-anak muda di Surabaya yang suka balapan. Saya ingin warga Surabaya berprestasi," katanya.

Selain itu, arena balap Sirkuit di Benowo ini juga diharapkan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat dan juga menambah pendapatan asli daerah (PAD) Kota Surabaya.

"Nanti juga sudah tidak ada lagi daerah pinggiran. Dengan adanya pemerataan pembangunan. Kalau sirkuit nanti sudah jadi, semua daerah-daerah pinggiran masuk pusat kota. Perputaran ekonominya juga diharapkan bisa jalan dengan adanya sarana dan prasarana lengkap di GOR Bung Tomo nanti," tandasnya.

Namun yang jadi pertanyaan besar adalah komitmen untuk membangun sirkuit berstandar F1, biasanya didahului kesepakatan dengan awal dengan Formula One Management (FOM) dan The Fédération Internationale de l'Automobile (FIA). Terutama untuk hal-hal yang berkaitan dengan safety, sarana dan pra sarana. Minimal layout yang sudah lolos verifikasi. Jika tahap ini belum dilakukan, rasanya akan sedikit mengejutkan jika Surabaya bisa menggelar F1 dalam dua tahun mendatang.


(UDA)