Jelang F1 2017

Profil Tim dan Pembalap F1 2017 (Bagian 2-Habis)

A. Firdaus    •    23 Maret 2017 17:22 WIB
f1 2017
Profil Tim dan Pembalap F1 2017 (Bagian 2-Habis)
Mobil baru Red Bull untuk F1 2017 (Foto: Google Image)

Metrotvnews.com, Jakarta: Selain kelima tim yang sudah dijabarkan tim Metrotvnews.com sebelumnya, ada lima pabrikan lagi yang akan dikulik. Di antara kelima tim ini, ada satu yang berpeluang memutus dominasi Mercedes yang selalu menjadi juara dalam tiga musim ke belakang.

Tim yang dimaksud adalah Red Bull Racing. Konstruktor asal Austria ini telah menunjukkan taringya pada musim lalu. Di mana secara mengejutkan mampu finis di posisi kedua pada klasemen akhir musim 2016.

Kini persiapan mereka untuk bisa mematahkan dominasi Mercedes kian matang. Ada beberapa faktor yang bisa mendukung misi mereka pada tahun ini. Apa saja di antaranya? Selain itu, tim mana lagi yang akan menjadi kejutan pada 2017 ini. Berikut lima profl tim F1 bagian kedua:
 

Baca: Profil Tim dan Pembalap F1 2017 (Bagian 1)


Red Bull Racing
Pembalap: Daniel Ricciardo & Max Verstappen

Kebangkitan Red Bull mulai terasa. Tandanya adalah mereka bisa finis di posisi kedua pada klasemen akhir Formula 1 2016 lalu dengan mengoleksi 468 poin.

Hasil yang cukup mengejutkan, mengingat Red Bull sangat alergi dengan peraturan baru yang diterapkan F1 sejak 2013. Momen itu jadi keterpurukan pabrikan asal Austria ini, setelah sebelumnya mereka mampu mendominasi kompetisi selama empat musim beruntun.

Memasuki musim 2017, kesiapan Red Bull untuk bersaing menjadi juara tak diragukan lagi. Salah satu buktinya adalah dengan tak merombak skuat pembalap yang tampil impresif pada musim lalu. Mereka adalah Daniel Ricciardo dan Max Verstappen.

Ricciardo sangat berperan mengembalikan kejayaan Red Bull. Pada musim pertamanya membela Red Bull, pembalap Australia ini mampu finis di posisi ketiga pada klasemen akhir dengan 256 poin.

Sementara prestasi terbaiknya pada musim lalu adalah dengan menjadi yang tercepat pada GP Malaysia. Menariknya, tak sekalipun ia gagal finis selama mengarungi 20 balapan pada musim lalu.

Sedangkan Verstappen sejatinya merupakan pembalap Toro Rosso pada awal tahun lalu. Ia mulai membela Red Bull pada seri kelima yang berlangsung di GP Spanyol, menggantikan Daniel Kvyat yang dikembalikan ke Toro Rosso.

Memegang kemudi Red Bull, Verstappen melakukan gebrakan. Pembalap berusia 19 tahun itu langsung menjadi yang tercepat pada GP Spanyol. Penampilan impresif itu dilakukannya secara konsisten dan membuatnya berhasil finis di posisi kelima dengan mengoleksi 204 poin pada klasemen akhir.

Renault
Pembalap: Nico Huelkenberg & Joylon Palmer

Tim yang berbasis di Enstone ini merupakan salah satu konstruktor yang menyuplai mesin sendiri. Renault juga menyuplai tim sekaliber Red Bull Racing pada periode 2007 hingga 2015. Bahkan mesin Renault memberikan andil besar pada kesuksesan Red Bull untuk menjadi juara secara empat musim beruntun (2010--2013).

Renault juga pernah sukses pada musim F1 2005. Ketika itu mereka mengandalkan Fernando Alonso yang berhasil menjadi juara dunia, dan Giancarlo Fisichella yang finis di posisi kelima.

Mencoba bersikap realistis, Renault paling tidak sekarang berupaya mungkin untuk bisa unjuk gigi di papan tengah pada kompetisi musim 2017 ini. Salah satunya dengan merekrut mantan pembalap Force India, Nico Hulkenberg.

Pembalap asal Jerman datang ke Renault setelah hengkangnya Kevin Magnussen yang memilih bergabung bersama Tim Haas. Dia akan mendampingi Joylon Palmer yang akan memasuki musim keduanya bersama Renault.

Sauber
Pembalap: Marcus Ericsson & Pascal Wehrlein


Pabrikan asal Swiss ini mulai mentas di F1 pada 1993, setelah sepakat memakai mesin Mercedes Benz. Sejak itu, tim yang didirikan oleh Peter Sauber pada 1970 ini melakukan beberapa kerja sama dengan beberapa perusahaan mesin. Dari mulai Ford hingga mesin sekelas Ferrari.

Pada 20 Juli 2016, tim mengumumkan bahwa perusahaan Swiss Longbow Finance melakukan investasi besar-besaran dengan membeli saham dari Peter Sauber dan Monisha Kaltenborn selaku pemegang saham terbesar.

Mereka mengandalkan Marcus Ericsson dan Felipe Nasr pada musim lalu. Dengan mengandalkan mesin Ferrari, Sauber hanya bisa finis di posisi ke-10 dengan mengumpulkan dua poin.

Kini pada 2017, tim berbasis di Zurich ini melakukan sedikit perombakan untuk daftar pembalap mereka. Yaitu mendepak Nasr dan merekrut Pascal Wehrlein yang pada musim lalu tampil cukup baik dalam menjalani debut di F1 bersama Manor Racing.

Toro Rosso
Pembalap: Daniil Kvyat & Carlos Sainz Jr

Satu dari dua tim asal Italia selain Ferrari. Kendati demikian, Scuderia Toro Rosso merupakan satu tim yang dimiliki perusahaan minuman asal Austria, Red Bull.

Pada musim kompetisi 2017 ini, Toro Rosso akan menggunakan mesin Ferrari di mobil STR12 milik mereka.

Kini pencinta F1 Tanah Air bakal sering menyoroti pergerakan Toro Rosso. Maklum mereka baru saja menunjuk pembalap muda Indonesia, Muhammad Sean Gelael untuk menjadi test driver musim ini.

Selain itu untuk pembalap utama, pabrikan yang berbasis di Faenza, Italia ini akan mengandalkan Daniil Kvyat dan Carlos Sainz Jr.

Melihat performa kedua pembalap tersebut, Toro Rosso paling tidak mengincar posisi lima besar, atau naik dua level dibandingkan hasil yang mereka dapat pada musim lalu, yang finis di posisi ketujuh pada klasemen akhir.

Williams
Pembalap: Lance Stroll & Felipe Massa

Sudah cukup lama kita tidak melihat Williams meraih kejayaan di F1. Terakhir kali mereka bisa merasakan gelar juara dunia pada 1997, melalui dua pembalap andalan mereka, Jacques Villeneuve dan Heinz-Harald Frentzen.

Periode kelam kemudian dijalani tim berbasis di Oxfordshire ini. Tepatnya pada 2006 hingga 2013. Prestasi buruk mereka adalah pernah finis di posisi kesembilan pada akhir klasemen.

Ketika memakai mesin Mercedes 2014, Williams mulai menunjukkan taji mereka sebagai produsen F1 yang patut diperhitungkan. Mereka sempat finis di posisi ketiga pada dua musim beruntun (2014 dan 2015). Sementara pada 2016, posisi Williams turun dua peringkat.
 
Kini memasuki musim 2017 mereka yakin bisa bersaing di papan atas. Dengan mengandalkan sasis FW40, Williams menarik kembali Felipe Massa yang sempat menyatakan pensiun.

Massa ditarik kembali lantaran salah satu pembalap Williams, Valterri Bottas direkrut Mercedes. Pada kesempatan ini, Massa akan ditemani pembalap muda jebolan GP3, Lance Stroll.

Video: ?Marquez dan Pedrosa Optimis di Musim 2017
 


(ACF)