Jadwal F1 2018 Diubah karena Final Piala Dunia

Kautsar Halim    •    21 Juni 2017 13:32 WIB
gp f1
Jadwal F1 2018 Diubah karena Final Piala Dunia
Chase Carey. (Dan Istitene / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / AFP)

Metrotvnews.com, Paris: Jadwal Formula One (F1) musim depan dipastikan mengalami sedikit perubahan.  Menurut Chase Carey selaku CEO F1, itu terpaksa dilakukan agar tidak bentrok dengan penyelenggaraan final Piala Dunia 2018.

FIA selaku induk tertinggi F1 telah merilis rancangan jadwal balapan musim 2018 pada Senin, 19 Juni lalu.
Selain berjumlah 21 seri, rancangan jadwal itu menyebutkan terdapat tiga seri yang digelar berturut-turut pada tiap akhir pekan.


Klik: PBSI Umumkan Skuat SEA Games 2017


Tiga seri F1 yang dilangsung dalam tiga pekan berturut-turut itu adalah GP Prancis (24 Juni), GP Austria (1 Juli), dan GP Britania Raya (8 Juli). Perubahan jadwal ini cukup mengejutkan karena belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah penyelenggaraan F1. Dijelaskan Carey, publik harusnya tidak perlu terkejut dengan perubahan jadwal tersebut. Pasalnya, ia hanya tidak ingin para pecinta F1 membelah perhatiannya dengan final Piala Dunia 2018 yang berlangsung pada 15 Juli. 
 

Klik: Marquez Siap Hadapi Skenario Apapun di Assen


Perhatian publik, kata Carey, adalah salah satu hal yang sangat penting dalam tiap seri penyelenggaraan F1. Menurutnya, itu berpengarah besar terhadap hubungan baik FIA dengan para sponsor dan promotor.

"Saya tidak bilang bakal ada kejutan lain. Pasalnya selain event balapan, tahun depan juga ada ajang Piala Dunia. Kemudian pada tahun berikutnya, bakal ada Olimpiade atau yang lainnya," ujar Carey dalam jumpa pers FIA di Jenewa, Selasa 20 Juni waktu setempat.

"Saya pikir perubahan jadwal itu cukup beralasan karena kami berusaha keras untuk menjaga hubungan baik dengan para promotor juga," tambahnya

"Kemudian, perubahan jadwal tersebut juga tidak berubah drastis karena kami tetap memikirkan hal lainnya juga," lanjut Carey.

Piala Dunia 2018 akan berlangsung di Rusia pada 14 Juni -- 15 Juli. Event ini selalu menarik perhatian publik karena melibatkan 32 tim peserta dari seluruh penjuru dunia. Kabarnya, Rusia menyiapkan 12 venue dari 11 kota yang bakal menjadi tuan rumah. (Crash)


(KAU)