MotoGP Jepang

Rossi dan Lorenzo Mengaku Salah di MotoGP Jepang

Ahmad Garuda    •    16 Oktober 2016 23:52 WIB
motogp jepang
Rossi dan Lorenzo Mengaku Salah di MotoGP Jepang
Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo mengaku melakukan kesalahan di MotoGP Jepang. Yamaha

Metrotvnews.com, Jepang: Terjatuhnya duo pembalap tim Yamaha yaitu Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo, menutup lembaran perebutan titel juara dunia MotoGP 2016. Lantaran Marc Marquez akhirnya mengunci titel juara dunia dengan keunggulan selisih 77 poin di klasemen pembalap sementara.

Kisah dramatis ini sama-sama menjadi pelajaran besar bagi keduanya. Mengingat mereka berdua bisa dibilang terlalu percaya diri karena melihat meta data motor Yamaha M1 di Sirkuit Motegi, Jepang. Terlalu Keduanya mengatakan bahwa tidak ada masalah teknis yang benar-benar mereka derita, hanya saja memang keduanya melakukan kesalahan.

"Hal pertama yang ingin saya tegaskan bahwa saya baik-baik saja. Tapi ini sangat memalukan karena kami merasa sangat kuat begitu juga dengan performa. Tak ada masalah teknis yang terjadi di motor maupun yang terjadi kepadaku. Ya ban kehilangan grip dan secara logis itu memang kesalahanku," kenang Rossi.

Jika Rossi terjatuh karena sedang mengejar Marc Marquez, Jorge Lorenzo malah terjatuh karena Ia ingin melarikan diri jadi Andrea Dovizioso. Masalahnya itu Ia lakukan saat kondisi motornya kurang klop dengan paket kompon ban yang Ia pilih. Sehingga memang sangat riskan untuk membalap dengan limit motornya.

"Ini cukup mengecewakan, saya melakukan kesalahan besar. Jika di Aragon kami tepat memilih kompon ban, tapi di sini sebaliknya. Ban kompon lunak bagian depan malah bergetar dan tak mungkin bertarung meraih kemenangan dengan kondisi seperti itu. Tapi saya tak ingin terkejar oleh Dovi dan akhirnya memaksakan performa motor hingga terjatuh 3 lap menjelang balapan berakhir," cerita Lorenzo.

Ia juga mengakui konsistensi Marc Marquez yang diprediksi tak tampil cukup kuat tahun ini. Meski demikian, konsistensi pembalap asal Spanyol itu justru membawanya ke puncak teratas di klasemen sementara. Artinya, bukan hanya motor kompetitif di semua sirkuit saja yang utama. Namun konsistensi finish di zona poin, podium atau di 5 besar.


(UDA)