Teknis MotoGP

Pro-Kontra Ban Tipe Intermediate di MotoGP

Ahmad Garuda    •    06 November 2016 13:57 WIB
teknologi motogp
Pro-Kontra Ban Tipe Intermediate di MotoGP
Ban tipe intermediate jadi pro-kontra di antara para pembalap di MotoGP. Michelin

Metrotvnews.com, Sepang: Penggunaan ban intermediate, dinilai sebagian pembalap di MotoGP, sebagai langkah yang sia-sia. Di era Bridgestone masih jadi pemasok ban MotoGP, mereka tak pernah menggunakannya. Namun sebagian menganggap ban intermediate cukup berguna dalam kondisi aspal yang setengah basan dan setengah kering.

Marc Marquez dan Valentino Rossi adalah dua dari sekian pembalap yang sepakat jika ban tipe intermediate itu dihilangkan saja. Marquez bahkan menuturkan bahwa Ia juga akan bingung saat menjalani balapan flag-to-flag. Bakal membingungkan untuk memberi sinyal kepada timnya untuk menggunakan antara ban intermediate, slick dan basah.

"Bagi tim Repsol Honda, ban tipe intermediate ini sangat jarang jadi piihan kami. Kami balapan dari basah ke kering, bakal membingungkan dan bagaimana cara kami bilang ke tim saat balapan. Apakah ingin pakai ban slick atau intermediate?" klaim Marquez.

Kalau Marquez lebih fokus membahas strategi penggantian ban saat flag-to-flag, Rossi malah memperhatikan karakter ban. Ia menilai bahwa antara ban tipe basah kompon keras dan intermediate ini berbeda tipis. Sehingga fungsi intermediate tak begitu besar.

"Dari sudut pandangku, performa Michelin itu tak begitu menyulitkan dalam kondisi trek basah ke kering atau sebaliknya. Sehingga tipe ban intermediate tidak terlalu ekstrim. Berbeda dengan Bridgestone. Jadi saya anggap kita bisa tetap balapan tanpa menggunakan ban tersebut," ujar Rossi.

Berbeda halnya dengan Rossi dan Marquez, Andrea Dovizioso dan Jorge Lorenzo malah menganggap peran ban intermediate cukup besar, terutama dalam kondisi trek yang lembab.Ini bakal membuat grip ban masih lebih baik ketimbang menggunakan ban kompon ekstra lunak tipe slick.

"Untuk alasan safety pembalap, rasanya masuk akal mempertahankan tipe ban intermediate. Ambil contoh di Phillip Island, kami menggunakan ban tipe slick kompon lunak, ternyata itu masih cukup keras. Tapi di Malaysia dalam kondisi setengah kering, ini lebih aman bagi pembalap," imbuh Dovizioso.

"Menggunakan ban intermediate, memang masih lebih baik dari pada menggunakan ban slick tipe lunak. Itu membuat grip yang lebih baik, karena dalam kondisi trek dingin, kami butuh ban yang punya skema grip terbaik," tutup Lorenzo.


(UDA)