Usai Insiden Terjatuhnya Rossi di Argentina

Honda Pasrah ketika Permintan Maaf Ditolak Yamaha

M. Rizky Adhestian    •    10 April 2018 12:34 WIB
MotoGP 2018
Honda Pasrah ketika Permintan Maaf Ditolak Yamaha
Marc Marquez (kiri) dan Valentino Rossi (kanan) (Foto: Motorcyclenews.com)

Termas De Rio Hondo: Movistar Yamaha menolak untuk berdamai dan enggan memaafkan Marc Marquez atas insiden senggolannya yang membuat Valentino Rossi terjatuh pada MotoGP Argentina akhir pekan lalu. Bos Honda Repsol, Alberto Puig, mengaku sudah melakukan yang terbaik.

Manuver peraih empat gelar juara dunia MotoGP itu saat menyalip Rossi di sirkuit Termas de Rio Hondo memang terlihat sangat berbahaya. Rossi yang akhirnya terjatuh bahkan menyebut jika manuver Marquez itu sengaja untuk mencari masalah.

Beruntung, The Doctor masih bisa melanjutkan balapan untuk menyentuh garis finis meski hanya di urutan ke-19. Sementara itu, Marquez yang finis di tangga kelima harus rela turun ke posisi 18 karena penalti 30 detik. 

Baca: Bos Honda: Rossi Harusnya Paham Kecelakaan itu Lumrah!

Setelah balapan, Puig sempat menemani Marquez menghampiri paddock Yamaha dengan maksud mengklarifikasi dan meminta maaf pada Rossi. Akan tetapi, tangan kanan Rossi, Alessio Salucci, langsung mengusir pembalap asal Spanyol itu beserta rombongan Honda.

Puig mengatakan tidak ada lagi yang bisa pihaknya lakukan selain meminta maaf dan memberikan klarifikasi. Ia sekaligus memuji Marquez yang jantan untuk meminta maaf langsung ke markas Yamaha meski akhirnya hanya dimentahkan.

Baca: Terkait Terjatuhnya Rossi, Marquez tak Sepenuhnya Salah

"Saya rasa ketika Marc (Marquez) datang ke pit, hal pertama yang ia katakan sendiri adalah ia ingin minta maaf, hanya ingin menjelaskan. Jadi itu merupakan keputusan Marc untuk pergi ke sana (paddock Yamaha)," kata Puig.

"Kami ke sana dan mereka tidak senang. Mereka mengusir kami, tapi saya paham, percayalah. Karena jika ini terjadi pada rider Anda, Anda pasti kecewa (juga). Tetapi sekali lagi, ini adalah balapan dan apa lagi yang bisa kami lakukan. Kami minta maaf, kami menyesal, tapi tidak ada lagi yang bisa kami perbuat dan tidak bermaksud untuk banyak bicara," sambungnya. (Crash)
 


(FIR)