Krisis Ducati pada MotoGP 2018

Gregah Nurikhsani Estuning    •    15 Mei 2018 13:18 WIB
MotoGP 2018
Krisis Ducati pada MotoGP 2018
Casey Stoner (tengah) saat masih bersama Ducati. (Foto: moto-journal.fr)

Jakarta: Polemik internal tengah terjadi di Ducati pada MotoGP 2018. Krisis kepercayaan diri dan masalah signifikansi gaji antar pembalap menjadi inti permasalahan.

Empat pembalap Ducati berhasil bercokol di 10 besar klasemen sementara. Mereka adalah Andrea Dovizioso (posisi 5 - Ducati Corse), Jack Miller (posisi 8 - Pramac Racing), Danilo Petrucci (posisi 9 - Pramac Racing), dan Tito Rabat (posisi 10 - Reale Avintia Racing).

Jumlah tersebut merupakan yang terbanyak dari pesaing lainnya di 10 besar. Namun ternyata, ada sesuatu yang tengah bergejolak di dalam tubuh Ducati saat ini.

Petrucci menyebut, manajemen Ducati tengah dipusingkan dengan alotnya negosiasi kontrak baru dengan Dovi. Menurutnya, menemukan kata sepakat antara kedua belah pihak menjadi target jangka pendek yang sedang dikejar.

"Kami berbicara dengan Ducati. Barulah ketemu, bahwa mereka ada masalah dengan Dovi. Mereka terus berupaya menyepakati kontrak baru. Yang saya tahu, sangatlah sulit," ujar Petrucci yang juga belum tahu akan ke mana musim depan.

Alasan Ducati ngebet mengejar tanda tangan Dovi per musim depan disebabkan oleh wacana mereka mendepak Lorenzo. Pengalaman buruk kehilangan Casey Stoner beberapa tahun lalu tak mau diulangi lagi.

Lorenzo memang bermain jauh di luar ekspektasi. Gigi Dall'lgna selaku manajer umum Ducati mengklaim saat ini semua orang di tim tengah dirundung krisis percaya diri.

"Saya tidak bahagia, Lorenzo tidak bahagia, Ducatisti apalagi. Realitanya semua orang tidak saling percaya. Akan tetapi, kami berupaya keras menemukan solusi terbaik buat Lorenzo, ini salah satu target kami," timpal Dall'lgna.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Menpora Kenakan Kaos Asian Games Bertema Film Avengers
 


(FIR)