Jelang MotoGP 2017

Profil Tim dan Pembalap MotoGP 2017 (Bagian 1)

Kautsar Halim    •    23 Maret 2017 09:00 WIB
motogp 2017
Profil Tim dan Pembalap MotoGP 2017 (Bagian 1)
Persaingan Marc Marquez, Andrea Iannone dan Valentino Rossi pada MotoGP 2016. (Jose Jordan / AFP)

Metrotvnews.com, Jakarta: Perhelatan MotoGP 2017 akan segera dimulai beberapa hari lagi. Qatar sudah ditunjuk untuk menggelar seri perdana di Sirkuit Internasional Losail pada Minggu 26 Maret waktu setempat.

MotoGP Qatar bakal berlangsung penuh kejutan karena untuk pertamakalinya tiap tim yang melakukan perubahan komposisi rider bakal menjajal kekuatan secara nyata. Selain itu, balapan malam yang menjadi format lomba juga memberikan tantangan tersendiri untuk tiap pembalap.

Sebagian besar tim peserta melakukan perubahan komposisi pembalap pada musim 2017. Meski begitu, masih ada beberapa tim yang konsisten dengan kekuatan mereka pada musim sebelumnya. Perubahan tersebut tak lepas dari pencapaian tercipta pada musim sebelumnya.

Berikut ulasan profil tim dan pembalap MotoGP 2017 (Bagian 1):

Aprilia Racing Team Gresini
Pembalap: Sam Lowes dan Aleix Espargaro

Aprilia Racing Team Gresini berasal dari Faenza, Italia. Meski kurang mampu bersaing di kelas MotoGP, tim ini cukup kompetitif di kancah Moto2 dan Moto3. Saat menjalani sesi pramusim MotoGP beberapa waktu lalu, para pembalap Aprilia yang menggunakan motor RS-GP biasanya finis di urutan 20 besar.

Sam Lowes merupakan pembalap anyar Aprilia pada MotoGP musim ini. Prestasi terbaik warga Inggris berusia 26 tahun itu hanya bertengger di urutan ke-5 pada ajang Moto2 musim lalu. Kontrak Lowes bersama Aprilia bakal berakhir pada 2018 mendatang.

Tidak jauh berbeda dengan Lowes, Aleix Espargaro juga pembalap anyar Aprilia. Ia baru bergabung pada musim 2017 setelah dua musim membela Suzuki Ecstar. Tidak ada prestasi mencolok yang dimiliki Espargaro. Prestasi terbaiknya hanya merebut podium pertama GP Belanda bersama tim NGM Forward Racing pada musim 2014.

Ducati
Pembalap: Jorge Lorenzo dan  Andrea Dovizioso

Ducati tergolong tim papan atas di kelas MotoGP. Berasal dari Bologna, Italia, tim ini berhasil bertengger di urutan ketiga dalam klasemen konstruktor pada musim lalu. Desmosedici GP17 yang merupakan motor Ducati juga terkenal tangguh melahap trek lurus.

Ambisi Ducati untuk menjadi yang terbaik pada musim ini ditunjukkan dengan merekrut Jorge Lorenzo selama dua musim (2017 dan 2018) dari Yamaha Movistar. Hadirnya pembalap asal Spanyol itu memaksa Andrea Iannone hengkang ke tim Suzuki Ecstar.

Performa Lorenzo sebagai pembalap papan atas tidak perlu diragukan lagi. Pasalnya, itu sudah ia buktikan dengan merebut gelar juara MotoGP sebanyak tiga kali (2010, 2012, dan 2015). Musim lalu saja, Lorenzo bisa bertengger di urutan tiga klasemen para pembalap.

Selain Lorenzo, Ducati juga punya pilot tangguh bernama Andrea Dovizioso. Meski belum pernah menyabet gelar juara MotoGP, Dovizioso kerap finis di urutan lima besar ketika bertanding. Pembalap Italia berusia 30 tahun itu sudah membela Ducati sejak 2008 dan sempat naik ke podium utama sebanyak 34 kali hingga saat ini.

Monster Yamaha Tech 3
Pembalap: Johann Zarco dan Jonas Folger

Tech 3 bukan tim baru di ajang MotoGP. Mereka sudah bergabung sejak 2002 dan sengaja dibentuk untuk menyokong regenerasi pembalap senior Movistar Yamaha MotoGP Team. Tech 3 bermarkas di Bormes Les Mimosas, Prancis, dan menggunakan motor YZR-M1. Mereka akan menggunakan dua pembalap debutan untuk menyambut musim 2017.

Johan Zarco yang saat ini berusia 26 tahun merupakan salah satu pembalap andalan Tech 3. Meski belum berpengalaman di pentas MotoGP, pemuda asal Prancis itu sudah menang dua kali berturut-turut di ajang Moto2 (2015 dan 2016). Pada sesi pramusim beberapa waktu lalu, Zarco juga sering berada di urutan 10 besar ketika menorehkan waktu terbaik satu putaran.

Tidak berbeda dengan Zarco, Jonas Folger juga belum punya pengalaman di ajang MotoGP. Prestasinya malah tidak terlihat sama sekali karena belum pernah menjuarai Moto2 dan juga Moto3. Folger yang baru berusia 23 tahun menyelesaikan Moto2 2016 dengan berada di urutan ke-7.

Meski begitu, minim pengalaman belum tentu buruk prestasi. Pasalnya, Zarco maupun Folger mampu bersaing ketika melakoni sesi pramusim Qatar beberapa waktu lalu. Keduanya bahkan berada di urutan 10 besar sambil mengalahkan Marc Marquez, Aleix Espargaro, dan Andrea Iannone ketika melakoni hari ketiga.

Team Suzuki Ecstar
Pembalap: Andrea Iannone dan Alex Rins

Suzuki yang tergolong pemain lama, sempat terpuruk karena masalah ekonomi pada 2014. Pabrikan asal Jepang berlogo huruf S itu terbilang baru bangkit ketika mereka diperkuat Maverick Vinales dan Aleix Espargaro dalam dua musim belakangan ini,

Sayang, karier Vinales dan Espargaro bersama Suzuki terpaksa berakhir seusai musim 2016. Keduanya sengaja diganti Andrea Iannone dan Alex Rins dengan harapan adanya peningkatan prestasi yang signifikan.

Ketika menyelesaikan musim lalu bersama Vinales dan Espargaro, Suzuki berhasil bertengger di urutan keempat klasemen tim. Adanya dua joki baru GSX-RR pada musim ini pasti menjadi tantangan seru tersendiri bagi Suzuki.

Andrea Iannone sudah malang melintang selama empat tahun bersama Ducati di kancah MotoGP. Namun, tidak ada satupun gelar juara yang berhasil disabet dalam kurun waktu tersebut. Prestasi terbaik Iannone pada musim lalu hanya merebut podium pertama sebanyak empat kali.

Alex Rins baru berusia 21 tahun ketika menjalani debut MotoGP pada musim ini. Tugasnya untuk bersaing bakal berat karena Rins hanya berada di urutan 15 besar ketika melakoni sesi pramusim Qatar. Sebelumnya, Rins berhasil finis ketiga ketika menyelesaikan Moto2 2016.

Estrella Galicia 0,0 Marc VDS
Pembalap: Jack Miller dan Tito Rabat

Marc VDS belum memiliki catatan mentereng di ajang MotoGP. Tim asal Belgia itu bahkan harus rela berada di urutan paling buncit pada klasemen tim MotoGP 2016. Kekuatan tunggangan mereka sudah disokong oleh motor pabrikan papan atas, Honda RC213V.

Tidak ada perubahan dalam peta kekuatan tim Marc VDS. Mereka masih mempercayakan ajang MotoGP kepada Jack Miller dan Tito Rabat untuk menjadi rider pada musim 2017.

Baik Miller dan Rabat terbukti belum mampu bersaing di ajang MotoGP karena lebih sering gagal mendapat poin dalam tiap seri yang dipertandingkan pada musim lalu.

Satu-satunya prestasi terbaik Marc VDS baru didapat ketika Miller mencuri podium pertama pada MotoGP Belanda musim lalu. Setelah itu, penampilan Miller menurun atau cenderung memburuk.

Selain itu, Rabat juga belum pernah sekalipun naik podium. Atas tren negatif itu, ia harus berlapang dada berada di urutan ke-21 saat musim 2016 berakhir.

Repsol Honda
Pembalap: Marc Marquez dan Dani Pedrosa


Kualitas tim Repsol Honda tidak perlu dipertanyakan lagi di ajang MotoGP. Pasalnya, mereka sudah berhasil membuktikan diri sebagai yang terbaik dalam level pabrikan maupun pembalap. Sejak menjalani debut MotoGP pada 2002, Honda sudah menjadi juara dunia sebanyak tujuh kali lewat pembalap yang berbeda hingga kini.

Juara bertahan MotoGP pada musim ini merupakan Marc Marquez yang berasal dari tim Honda. Lewat pembalap asal Spanyol itu, Honda sudah diberikan tiga gelar juara dunia (2013, 2014, dan 2016). The Baby Alien—julukan Marquez masih tampil prima saat pramusim beberapa waktu lalu. Ia diyakini bakal tetap menjadi rival berat untuk rider lainnya.

Dani Pedrosa yang saat ini berusia 31 tahun juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Kemungkinan besar ia makin penasaran meraih gelar juara dunia pada musim ini karena sudah 10 tahun belum pernah mencicipinya. Musim lalu, Pedrosa sempat tampil sebanyak 13 seri dan satu di antaranya berhasil ia selesaikan dengan berdiri di podium pertama. (berbagai sumber. foto: MotoGP.com)

 


(KAU)