MotoGP 2018

Profil Tim MotoGP: Movistar Yamaha

Patrick Pinaria    •    16 Maret 2018 09:31 WIB
MotoGP 2018
Profil Tim MotoGP: Movistar Yamaha
Dua pembalap Movistar Yamaha, Maverick Vinales (kiri) dan Valentino Rossi (kanan) dalam acara persiapan MotoGP 2018 (Foto: AFP/Pierre-Philippe Marcou)

Jakarta: Movistar Yamaha bisa dikatakan menjadi salah satu tim unggulan yang bakal disorot pada perhelatan MotoGP 2018. Bukan sekadar nama besar mereka. Tetapi, laju mereka setelah melakukan berbagai perubahan jelang menghadapi ajang balap motor paling bergengsi dunia itu.

Kemampuan Movistar Yamaha untuk bersaing di papan atas jangan ditanya lagi. Mengingat, mereka menjadi salah satu tim yang selalu bisa menghuni lima besar, terutama dalam lima musim terakhir.

Khusus MotoGP musim lalu, Yamaha mampu menghuni peringkat kedua dalam klasemen konstruktor dengan mengoleksi 438 poin. Kedua pembalap mereka, Maverick Vinales dan Valentino Rossi meraih posisi lima besar di klasemen pembalap.

Baca: Tontowi/Liliyana Tersingkir, Indonesia Kirim Tiga Wakil pada Perempat Final All England

Meski mampu menghuni peringkat lima besar, Yamaha tampaknya sangat tidak puas dengan hasil tersebut. Selain gagal juara, torehan 438 poin ini juga bisa dikatakan hasil paling buruk Yamaha dalam lima musim terakhir. Sebab, empat musim sebelumnya, mereka mampu meraih 567 poin (2013), 558 poin (2014), 655 poin (2015), dan 482 poin (2016).

Padahal, Yamaha juga sudah berupaya mengubah berbagai perubahan pada musim lalu. Selain mengganti beberapa pengaturan motor, mereka juga mengubah komposisi pembalap dengan mendatangkan Maverick Vinales. Ia didatangkan Yamaha untuk menggantikan Jorge Lorenzo yang hengkang ke Ducati dan juga menjadi partner baru Valentino Rossi.

Namun, kedua pembalap tersebut ternyata tampil kurang memuaskan. Vinales harus puas finis di peringkat ketiga pada musim lalu. Rossi juga tercecer di posisi kelima.

Sadar dengan rapor kurang memuaskan pada musim lalu, Yamaha langsung berbenah. Salah satunya adalah melakukan perubahan pengaturan sasis pada Januari. Ketika itu, mereka mencoba untuk menggunakan sasis 2016 kembali ke motor YZR-M1.

Baca: Juara Dua di Jerman, Fajar/Rian Tembus 10 Besar Dunia

Awalnya, perubahan itu belum memberikan efek signifikan buat performa Vinales dan Rossi ketika melakoni tes pramusim di Sepang dan Buriram. Namun, efek positif mulai dirasakan kedua pembalap itu pada tes pramusim terakhir di Qatar. 

Pada sesi itu, mereka sukses masuk dalam daftar lima pembalap memiliki catatan waktu terbaik selama melakoni tes tiga hari. Rossi di urutan kedua, sedangkan Vinales di urutan kelima.

Hasil ini setidaknya bisa menambah motivasi Vinales dan Rossi jelang menghadapi seri pertama MotoGP 2018 yang digelar di sirkuit yang sama, Sirkuit Losail, Qatar. Seri perdana akan dimulai pada 16-18 Maret.


Profil tim
Movistar Yamaha didirikan Wayne Rainey pada 1999 di Belanda. Empat tahun berselang, markas tim berlambang garputala ini dipindahkan ke Italia.

Max Biaggi dan Carlos Checa menjadi dua pembalap pertama untuk Yamaha saat itu. Namun, kedua pembalap tersebut belum mampu memberikan gelar untuk Yamaha selama empat musim.

Yamaha merekrut pembalap berbakat asal Italia, Valentino Rossi pada 2004. Ia menggantikan posisi Marco Melandri yang hanya bermain semusim bersama Yamaha. Pada periode itu, Rossi berhasil memberikan gelar untuk Yamaha pada kejuaraan MotoGP. 

Sejak itu, nama Yamaha kian meroket dengan prestasi-prestasi yang mereka raih. Hingga saat ini, sudah tujuh gelar mereka menangkan di MotoGP. Empat gelar bersama Rossi dan tiga gelar bersama Jorge Lorenzo.

Namun, performa mereka sedikit meredup terutama sejak ditinggalkan Lorenzo dan digantikan Maverick Vinales pada musim lalu. Pada musim itu, mereka harus puas finis di posisi kedua klasemen konstruktor.

Meski demikian, hasil itu tidak membuat Yamaha mengubah komposisi pembalap pada musim ini. Mereka tetap mengandalkan Vinales dan Rossi.


Profil Pembalap

Maverick Vinales



Vinales merupakan pembalap kelahiran asal Spanyol. Ia lahir di Figueres pada 12 Januari 1995.

Vinales mengawali karier di dunia balap motor pada 2012. Ketika itu, ia bergabung bersama tim Moto3 FTR Honda. Selang dua musim, ia naik kelas ke Moto2 dengan bergabung bersama Kalex.

Performa Vinales lantas menyita perhatian salah satu tim MotoGP, Suzuki Ecstar. Ia akhirnya direkrut Suzuki pada 2015.

Kiprah Vinales bersama Suzuki pun terbilang ciamik. Terutama pada musim 2016. Ia berhasil finis di peringkat keempat klasemen pembalap, berada di bawah Marc Marquez, Rossi, dan Lorenzo.

Musim 2017, Vinales memutuskan bergabung dengan Yamaha. Ia dipercaya untuk menggantikan Lorenzo. Pada periode itu, ia hanya mampu finis di peringkat ketiga.


Valentino Rossi



Nama Rossi sudah tidak asing lagi di kalangan dunia MotoGP. Pembalap kelahiran Urbino, Italia itu sudah meraih banyak meraih prestasi di dunia balap paling bergengsi di dunia itu. Total, ada tujuh gelar ia menangkan pada kejuaraan itu.

Honda menjadi tim pertama Rossi di MotoGP. Ia bergabung dengan Honda pada 2000. Selama tiga musim, ia berhasil meraih tiga gelar untuk Honda. 

Musim 2004 menjadi awal kebersamaan Rossi bersama Yamaha. Ia didatangkan untuk menggantikan Marco Melandri dan menjadi partner baru Carlos Checa.

Karier Rossi bersama Yamaha berjalan mulus. Total, ada empat gelar ia persembahkan untuk Yamaha. Di antaranya pada musim 2004, 2005, 2008, dan 2009.

Rossi memutuskan pindah ke Ducati pada musim 2011. Namun, bersama tim asal Italia itu, karier Rossi justru meredup. Tidak ada satu pun gelar yang ia persembahkan untuk Ducati.

Hingga akhirnya, Rossi memutuskan kembali bergabung ke Yamaha pada 2013. Namun, dalam periode keduanya, Rossi tidak mampu memberikan gelar untuk Yamaha karena kalah bersaing dengan partnernya, Lorenzo. Pencapaian terbaik Rossi selama menjalani periode kedua bersama Yamaha adalah runner-up. 


Video: Atlet Panjat Terus Tebing Perbaiki Catatan Waktu

 


(ASM)