MotoGP Jepang

Ini Alasan Rossi Tampil Ngotot di Motegi

Ahmad Garuda    •    18 Oktober 2016 14:21 WIB
valentino rossi
Ini Alasan Rossi Tampil Ngotot di Motegi
Valentino Rossi tampil agresif karena Ia tak tertarik finish di urutan kedua. @Crash_MotoGP

Metrotvnews.com, Jepang: Banyak fans menyesalkan agresifitas Valentino Rossi di MotoGP Motegi, Jepang yang berlangsung Minggu (16/10/2016) lalu. Namun pembalap kawakan asal Italia itu menilai bahwa tindakannya sudah benar, lantaran Ia tak tertarik untuk finish di urutan kedua.

Artinya, kesempatan untuk memberikan perlawanan dan mereduksi kesempatan Marquez meraih titel juara dunia lebih awal di MotoGP 2016, hanya bisa terjadi ketika Ia menang. Dengan menyusul Marquez, juga memberikan kesempatan pada Jorge Lorenzo untuk tampil lebih baik dari pembalap Honda itu.

"Saya tampil 100% karena tak tertarik finish di urutan kedua. Saya terus memaksimalkan performa motor dan tak membiarkan Marquez menjauh. Toh performaku juga tak jauh berbeda dengan performa Marquez. Meski mungkin takkan mudah, tapi saya bisa bertarung dengannya hingga balapan berakhir," kilah Rossi.

"Ini adalah pekan yang sangat memalukan karena kami sukses meraih posisi pole, tapi tak membawa pulang poin. Padahal tak ada masalah di tikungan tersebut. Saya juga tak merasa melakukan hal aneh dan benar-benar tak ada peringatan sebelumnya. Kami sudah melakukan pengecekan data dan tak ada yang aneh saat kecelakaan itu terjadi."

Rossi juga mengakui bahwa tahun ini Ia sangat kuat dari musim sebelumnya. Tapi karena terlalu banyak melakukan kesalahan, hasilnya Ia tak bisa memaksimalkan peraihan poin di klasemen. Sementara Marquez, Ia akui tampil sangat konsisten dan juga selalu tampil cepat.

Hal lain yang membuat Yamaha kesulitan adalah karena Honda melakukan improvisasi yang cukup besar selama musim berjalan. Sementara Yamaha yang memang sudah kompetitif sejak awal balapan, kurang lebih masih berada di level yang sama.

Tentang pertarungan untuk meraih posisi kedua di klasemen pembalap, Rossi menegaskan bahwa itu tak sama menariknya ketika bertarung untuk posisi pertama. Tapi juara dunia MotoGP sebanyak 7 kali itu menegaskan bakal jadi motivasi lebih untuk tampil lebih baik di akhir musim 2016.


(UDA)