Teknis MotoGP

Sirkuit Motegi Paling Menantang dari Sisi Pengereman

Ahmad Garuda    •    13 Oktober 2016 13:09 WIB
teknologi motogp
Sirkuit Motegi Paling Menantang dari Sisi Pengereman
Zona pengereman berat, faktanya cukup besar di Sirkuit Motegi, Jepang. Yamaha dan Brembo

Metrotvnews.com, Jepang: Beberapa hal yang dirasakan pemasok komponen motor di MotoGP yang cukup berat di Sirkuit Motegi, Jepang, adalah sistem pengereman. Lantaran karakter sirkuit yang stop & go, artinya sistem pengereman akan bekerja keras untuk membuat motor berhenti sempurna.

Dari data yang dirilis Brembo, tikungan 11 di sirkuit kebanggaan orang Jepang itu adalah tikungan yang meminta effort besar dari sistem pengereman. Bisa dibayangkan, dari kecepatan 310 km per jam, motor harus mencapai kecepatan 82 km per jam saja untuk menikung.

Jarak pengereman diprediksi bakal berlangsung sepanjang 245 meter dan dalam waktu 4,9 detik. Brembo menganalogikan bahwa proses pengereman ini sama saja menambahkan tekanan 7,3 kg di tuas pengereman. Sehingga pembalap yang mengalami cidera pada pergelangan tangan untuk menahan bobot tubuh yang terdorong ke depan, bakal mengalami masalah besar.

Meski jumlah tikungan di Sirkuit Motegi terdapat 14 titik, namun Brembo menegaskan tak kurang dari 11 titik akan terjadi pengereman mulai dari level yang ringan hingga pengereman kategori berat. Jika dikalkulasi lebih dalam, butuh waktu selama 33 detik untuk melakukan pengereman setiap lap. Artinya terdapat 13 menit total waktu untuk melakukan pengereman selama balapan 24 lap berlangsung nantinya.

Bagian yang cukup mencengangkan adalah total beban yang harus diemban oleh pembalap untuk menahan bobot di tuas pengereman adalah sebesar 1,2 ton dari awal hingga balapan berakhir. Fakta inilah yang membuat pembalap biasanya kehilangan cukup banyak tenaga saat balapan berlangsung. Kemudian juga kehilangan bobot badan untuk menahan getar dan lain sebagainya.



(UDA)