MotoGP 2017

Perjalanan Marquez Menuju Juara Dunia MotoGP 2017

A. Firdaus    •    13 November 2017 15:14 WIB
motogp 2017
Perjalanan Marquez Menuju Juara Dunia MotoGP 2017
Marc Marquez (Foto: @marcmarquez93)

Jakarta: Mengoleksi empat gelar juara dunia dalam lima kali keikutsertaannya di MotoGP merupakan prestasi yang luar biasa diraih Marc Marquez. Tak ayal ia dijuluki Baby Alien.

Tapi pencapaian itu tak didapatnya dengan mudah. Marquez memulai start pada kompetisi musim ini dengan kurang meyakinkan. Rider Spanyol itu hanya finis di posisi keempat pada MotoGP Qatar.

Ia kalah dari Maverick Vinales yang menjadi pembalap tercepat ketika menjalani debutnya sebagai pembalap Movistar Yamaha. Marquez berdalih kalau strategi pemilihan ban menjadi biang keroknya lantaran harus puas finis di posisi keempat.

Klik di sini: Momentum Hari Pahlawan, CLS Knights Luncurkan Logo Baru

Marquez kembali menghadapi kesulitan setelah gagal finis pada seri kedua MotoGP Argentina. Ia terjatuh pada lap keempat, dan membuatnya harus rela melihat Vinales meraih dua kemenangan dalam dua balapan pembuka.

Rider berusia 24 tahun itu akhirnya menemukan performa terbaiknya. Dalam dua seri, ia mampu meraih podium, termasuk memenangi MotoGP Amerika.

Namun hasil tersebut belum mampu mengangkut Marquez ke jajaran empat besar. Saat itu, ia hanya berada di posisi kedelapan. Sehingga namanya mulai memudar dalam persaingan gelar juara dunia MotoGP.

Apalagi Marquez sempat kembali tak finis pada MotoGP Prancis. Namun hal itu ternyata justru memberikan motivasinya untuk bersaing mempertahankan gelar juara dunia MotoGP.

Klik di sini: Vettel Juara F1 GP Brasil, Hamilton Keempat

Pelan tapi pasti, Marc Marquez mulai menyodok ke posisi terdepan dalam perburuan gelar MotoGP 2017. MotoGP Jerman, menjadi titik balik kebangkitan sang juara dunia musim lalu. Sekaligus menegaskan dirinya sebagai juara paruh musim 2017.

Untuk mengklaim itu, Marquez punya torehan positif dengan selalu finis dalam enam balapan beruntun. Termasuk finis tercepat pada balapan di Jerman.

Sederet pencapaian positif itu mengantarkannya ke posisi puncak klasemen sementara dengan 129 poin, atau unggul lima poin dari rekan senegaranya, Vinales.

Meski begitu, Marquez belum bisa menegaskan dirinya akan menjadi pengejar tunggal gelar juara dunia. Sebab saat itu, ia hanya unggul 10 angka dari peringkat keempat yang diduduki pembalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi.
 

Your 2017 #MotoGP World Champion is @marcmarquez93 ???? #BIG6 pic.twitter.com/fg05CcyGhI

— MotoGP™???????????? (@MotoGP) November 12, 2017

Dengan hasil di atas, bisa dikatakan musim ini tergolong paling ketat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Bahkan bisa dianggap sebagai selisih terkecil, jika menilik delapan seri kelas premier sebelumnya atau sejak sistem poin diperkenalkan pada 1993. Sebelumnya margin terkecil terjadi pada 1998, ketika itu empat pembalap teratas terpaut 29 poin.

Sempat gagal finis pada MotoGP Inggris ternyata tak melunturkan dirinya untuk bisa bertahan di puncak klasemen. Sebab ia nyaris tak tergoyahkan karena selalu meraih podium dengan tiga kemenangan di antaranya pada MotoGP San Marino dan Aragon. Marquez membeberkan kalau MotoGP Catalunya menjadi penanda titik baliknya dalam mempertahankan gelar juara.

"Bagi saya yang paling penting adalah sejak Montmelo (MotoGP Catalunya). Mulai dari sana saya merasa sangat baik. Saya selalu finis di podium, dan hanya Silverstone yang anda tahu apa yang terjadi," ujar Marquez.

Klik di sini: Indonesia Bawa Satu Gelar dari Macau Open 2017

Selain itu MotoGP Aragon juga menjadi momen penting pendekatan dirinya meraih gelar juara.

"Untuk menang di Aragon juga penting karena saingan utama kehilangan beberapa poin. Kami membuka keuntungan kecil. Sangat penting untuk tiba di Jepang dengan keuntungan yang sangat kecil," terang pembalap berusia 24 tahun ini.

Sempat unggul 33 poin dari Dovizioso yang merupakan pesaing tunggalnya, membuat Marquez kian mendekati juara dunia. Tapi di Malaysia, ia hanya finis di posisi keempat sehingga gelar juara untuknya tertunda.

 

WORLD CHAMPION MOTOGP 2017! #Big6 #MotoGP #ValenciaGP pic.twitter.com/9DDfAF46SL

— Marc Márquez (@marcmarquez93) November 12, 2017

Mungkin di Malaysia hanya momen penunda Marquez sebagai juara dunia. Sebab ia akhirnya merayakan gelar juaranya di negara sendiri, tepatnya pada MotoGP Valencia terasa lebih indah untuk Marquez.

Marquez pun mengakhiri musim ini dengan status juara dunia meski hanya finis di posisi ketiga. Sebab ia unggul 37 poin dari Dovizioso, yang pada balapan terakhir harus mengalami insiden terjatuh.

Berikut fakta-fakta yang mengiringi Marquez Juara Dunia MotoGP 2017:
-Empat kali juara dunia MotoGP
-298 poin yang diraih
-37 poin keunggulan dari pesaing terdekat, Andrea Dovizioso
-12 kali raih podum sepanjang musim 2017
-Enam kali juara seri (Amerika, Jerman, Republik Ceko, San Marino, Aragon, Australia)
-Tiga kali gagal finis (Argentina, Prancis, Inggris)
-Finis terburuk di posisi keenam (MotoGP Italia).

Sebastian Vettel Juara F1 GP Brasil
 


(ACF)