Pembalap Ali Adriansyah Mendulang Poin di Lausitzring

M Studio    •    23 Agustus 2017 09:42 WIB
ali adriansyah
Pembalap Ali Adriansyah Mendulang Poin di Lausitzring
Ali Adrian menyimak arahan pelatih Maturana sesaat sebelum balapan

Metrotvnews.com, Jakarta: Ali Adriansyah Rusmiputro, pembalap Indonesia, mendulang poin saat putaran ke-6 ajang World Supersport 300 (WSSP 300) di Sirkuit Lausitzring, Jerman, Minggu 20 Agustus. Ia finish di urutan 13 dari 37 rider yang berlaga.
 
Kendala masih mendera sepeda motor yang Ali tunggangi, salah satunya adalah shifter atau pemindah gigi yang berjalan tidak sempurna. Tetapi, pembalap Pertamina Almeria Racing Team tersebut tidak menjadikan itu alasan untuk meraih hasil sebaik mungkin.
 
"Sebetulnya performa motor luar biasa baik. Hanya, saat race ada masalah sedikit yaitu saat pindah ke gigi 4, putaran mesin selalu drop untuk oper  ke gigi 5," kata Ali Adrian.
 
"Saya tidak mau menjadikan itu alasan kenapa saya finish di posisi 13. Saya sudah maksimal dan saya bisa bilang hari itu kita tidak bisa dapatkan hasil yang lebih baik lagi."


Ali Adrian dengan Yamaha YZF-R3 di sirkuit Lausitzring, Jerman, akhir pekan kemarin

Ali Adrian mengaku sedikit kesulitan dan harus mengerahkan segala kemampuannya di Sirkuit Lausitzring sejak sesi latihan bebas pertama hingga Super Pole 2. Ali bersyukur timnya mampu mengatasi permasalahan yang ada.
 
Saat Super Pole 1, Ali Adrian membuat kejutan. Ia menjadi yang tercepat dengan membukukan waktu 1 menit 57,009 detik. Dengan raihan itu, otomatis ia berhak masuk ke Super Pole 2.
 
"Ini pertama kalinya saya masuk Super Pole 2. Pertama kalinya juga saya berada di lintasan yang diisi hanya 12 pebalap," tutur Adrian.
 
Ali Adriansyah Rusmiputro

Sukses masuk 12 besar pada sesi kualifikasi, memberi pengalaman berharga lainnya pada pembalap kelahiran Jakarta itu. Di babak ini, Ali Adrian harus lebih pintar memainkan strategi dan membaca situasi mengingat hanya ada 12 pembalap di lintasan.
 
Dengan kondisi lintasan yang saat itu berangin, Ali Adrian harus ada di dekat pembalap lain. Kurang menguntungkan jika melaju sendirian. "Hampir tidak mungkin untuk melakukan 1 lap kencang sendirian, kita butuh slipstream," paparnya.
 
Artinya, pembalap asuhan David Garcia itu mesti selalu dekat dengan rider lain untuk melindunginya dari terpaan angin yang kencang sekaligus mencuri kesempatan untuk melaju lebih cepat. Pada Super Pole 2, Ali Adrian hanya mampu mencatat waktu 1 menit 58,350 detik dan harus puas berada di posisi 12.
 
Balapan WSSP 300 yang berlangsung di bawah cuaca cerah, seperti biasa berlangsung sengit. Jarak antara pembalap begitu dekat. Pembalap terdepan hingga posisi delapan hanya dipisahkan waktu 1 detik.
 
Pada awal lomba, kondisi membuat Ali Adrian tidak bisa langsung attack ke depan. Apalagi, shifter pada motornya mulai bermasalah. Akhirnya ia hanya mencoba mempertahankan posisinya sebaik mungkin.
 
Beberapa kali terjadi pertukaran posisi, Adrian juga sempat naik ke P 11. Namun menjelang garis finish, di lintasan lurus, dan di saat sepeda motor membutuhkan putaran mesin yang tinggi, posisi 12 Ali Adrian direbut pebalap lain.
 


(TRK)