Jelang MotoGP Jepang

Michelin Siapkan Empat Ribu Ban Buat MotoGP Lintas Pulau

Ahmad Garuda    •    13 Oktober 2016 11:45 WIB
motogp jepang
Michelin Siapkan Empat Ribu Ban Buat MotoGP Lintas Pulau
Michelin siap pasok ban dalam jumlah yang sangat besar untuk tiga seri lintas pulau. MTVN/Ahmad Garuda

Metrotvnews.com, Perancis: Pegelaran balap MotoGP 2016 menyisakan empat seri. Tiga seri yang mulai berawal di Jepang pekan ini (16/10/2016) adalah seri pertama MotoGP melakukan rangkaian lintas pulau menjelang akhir musim. Michelin pun langsung mengalokasikan 4.000 unit ban untuk tiga seri tersebut, yaitu Jepang, Australia dan Malaysia.

Ini adalah hal pertama yang menjadi tantangan bagi Michelin dalam memasok ban untuk balap MotoGP 2016. Mengingat sepanjang musim ini berlangsung, mereka belum pernah memasok ban untuk tiga seri langsung tanpa kembali ke pabrik untuk melakukan riset lanjutan pasca balapan. Satu-satunya hal yang mereka khawatirkan adalah kualitas dan performa yang harus sesuai dengan ekspektasi.

"Ini adalah logisitik yang sangat besar. Terdapat lebih dari 4.000 unit ban yang harus kami pasok untuk tiga balapan langsung di luar Eropa dan juga melintas pulau. Tim kami otomatis akan dibagi jadi beberapa karena mereka harus menyiapkan ban dan melakukan survei lebih jauh tentang kondisi sirkuit yang akan menggelar balap di tiga seri ini," beber Manager 2Wheel Motorsport Michelin, Piero Taramasso.

Pasokan pertama sudah mereka terbangkan ke Jepang untuk balap MotoGP pekan ini. Karakter Sirkuit Motegi, Jepang yang stop & go, membuat Michelin menyiapkan ban dengan struktur kuat pada bagian tengah. Mengingat sirkuit ini rata-rata menawarkan pengereman berat.

Sekadar mengingat kembali ke belakang, di sesi tes pra musim MotoGP di Sepang, Malaysia awal 2016 lalu, ban belakang yang dipasok Michelin sempat beberapa kali meledak. Sehingga ada kekhawatiran terjadi hal yang sama.

Beruntung Michelin menegaskan sudah mengganti struktur ban belakang mereka yang lebih kuat. Sehingga untuk karakter sirkuit abrasif hingga stop & go takkan jadi masalah besar.


(UDA)