MotoGP 2018

Masih Ada yang Kurang dari Motor Baru KTM

M. Rizky Adhestian    •    10 Februari 2018 14:58 WIB
MotoGP 2018
Masih Ada yang Kurang dari Motor Baru KTM
Mika Kalilo (Foto: MANAN VATSYAYANA/AFP)

Mattighofen: Bukan hanya Ducati yang melakukan improvisasi untuk meningkatkan kualitas menikung mereka pada MotoGP untuk 2018, KTM juga tengah bekerja semalam suntuk untuk meningkatkan kualitas motor baru mereka, RC 16.

Keputusan melakukan perubahan pada bagian sasis pada tes pembuka di Sirkuit Sepang dinilai lumayan membantu. Namun, sayangnya RC 16 masih memiliki kekurangan untuk area-area tertentu.

Pembalap KTM, Mika Kallio, telah menjajal sirkuit Sepang pada tes resmi dan tes privat. Ia juga mengambil alih jadwal Pol Espargaro setelah pembalap asal Spanyol tersebut mengalami cedera pada hari kedua.

Klik di sini: McLaren F1 Buka Pintu Untuk Hamilton

"Sangat disayangkan, Pol harus absen. Tetapi di sisi lain saya dapat mengambil alih motornya dan saya dapat perbandingan jelas antara motor lama dn motor baru ini," kata Kallio dikutip dari Crash.

Pembalap asal Finlandia itu tidak melebih-lebihkan soal mengapa pembalap KTM hanya mampu berada di posisi ke-17, 18, 19 pada catatan waktu hasil tes pramusim di Sepang. Kallio merasa seharusnya mereka bisa lebih baik dari itu.

Klik di sini: Indonesia Ditantang Korea Selatan di Semifinal

"Pada dasarnya jika anda perhatikan catatan waktu ketiga pembalap KTM, Pol, Bradley, dan saya, sangat tipis sekali. Hanya berjarak satu setengah detik dari posisi pertama. Saya kurang puas. Kami seharusnya bisa lebih cepat." ujar Kallio.

Pembalap berusia 35 tahun itu mengatakan adanya kekurangan yang terdapat pada motor baru KTM untuk musim 2018.

"Kelihatannya kami mendapati sesuatu dengan sassis baru ini. Ini lebih ringan untuk dikendarai, juga tidak terlalu besar. Jadi, itu kabar baik, namun di saat yang sama ada yang kurang juga," lanjut Kalilo.

"Memang normal ketika anda menghasilkan sesuatu, tetapi kehilangan sesuatu pula. Jadi ada sisi positif dan negatifnya. Sekarang kami harus menyortir kekurangan-kekurangan tersebut. Jika berhasil, kami akan dapat melakukannya lebih baik pada tes berikutnya," tambahnya.

Bersatunya Korsel dan Korut di Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang



(FIR)