Kejaksaan Rimini Meringankan Tuntutan Romano Fenati

Kautsar Halim    •    26 September 2018 22:56 WIB
moto2MotoGP 2018
Kejaksaan Rimini Meringankan Tuntutan Romano Fenati
Romano Fenati. (AFP PHOTO / Toshifumi KITAMURA)

Rimini: Persidangan Romano Fenati atas pelanggarannya di ajang Moto2 San Marino memang belum selesai. Kendati demikian, Jaksa Penuntut Umum Kota Rimini sudah meringankan dakwaannya.

Informasi tersebut datang langsung dari ANSA yang merupakan agen pemberitaan di Italia. Mereka melaporkan pelanggaran itu dianggap tergolong sebagai aksi kekerasan pribadi atau private violence.

Klik: Tim Panahan Indonesia Tidak Mematok Raihan Medali

Kekerasan pribadi digambarkan sama seperti seorang pengendara motor yang sengaja memotong jalur pengendara lainnya di jalan raya. Meski tergolong lebih ringan di pengadilan, tapi dianggap cukup serius di dunia balap motor. 

"Jaksa Penuntut Umum Kota Rimini sedang menginvestigasi Fenati dengan dengan tuduhan yang lebih ringan ketimbang percobaan pembunuhan. Dia dituntut melakukan tindak kekerasan pribadi," tulis sepenggal informasi  ANSA yang dilansir dari Crash.net.

Pelanggaran itu dilakukan Fenati ketika sedang berduel dengan Stefano Manzi di ajang Moto2 Misano pada awal September lalu. Saat itu, dia tertangkap kamera sengaja menekan rem motor Manzi yang sedang sama-sama melaju kencang.

Imbas persaingan kotor itu, Federasi Sepeda Motor Internasional (FIM) langsung menangguhkan lisensi balapan Fenati hingga akhir musim 2018. Selain itu, Fenati juga dipecat dari tim Marinelli Snipers dan gagal menjadi pembalap MV Agusta pada musim depan. (crash)




(KAU)