Tes MotoGP

Espargaro Puji Stabilitas Aprilia di Zona Pengereman

Ahmad Garuda    •    21 November 2016 16:13 WIB
tes motogp
Espargaro Puji Stabilitas Aprilia di Zona Pengereman
Aleix Espargaro puji stabilitas Aprilia di zona pengereman. Michelin

Metrotvnews.com, Valencia: Aleix Espargaro akhirnya melepaskan seragam birunya sebagai pembalap di tim Suzuki Racing dan langsung bergabung bersama Aprilia di sesi tes resmi MotoGP di Valencia. Meski pembalap asal Spanyol itu tak pernah jadi sorotan tajam di sesi tersebut, namun ada beberapa hal yang membuatnya takjub saat mengendarai RS-GP.

Beberapa di antaranya adalah stabilitas motor di zona pengereman. Bertolak belakang dengan sisi positif yang ada di Ducati, tentang stabilitas di zona pengereman yang terasa kurang.

"Bagian ini membuatku teringat saat menunggangi Yamaha YZR-M1 saat bernaung di Forward Racing. Motor ini sangat stabil saat melakukan deselerasi, sehingga bisa memilih jalur lebih baik saat masuk di tikungan. Hal yang saya khawatirkan adalah ketika menikung, karena bagian ini yang dikeluhkan Alvaro Bautista dan Stefan Bradl sepanjang musim. Tapi rasanya tidak seburuk itu," klaim Espargaro.

Hal lain yang membuatnya bangga adalah setup elektronik atau engine control unit (ECU), sangat memuaskan. Ia mengakui bahwa bagian ini adalah bagian terbaik yang diandalkan Aprilia. Bahkan dengan basis setup yang ditawarkan Aprilia, itu sudah sangat memuaskan mantan pembalap Suzuki itu.

"Saya belum menyentuh bagian itu, tapi rasanya setup elektronik di motor ini sudah cukup memuaskan. Terutama untuk bagian kontrol traksi dan deselerasi mesin atau engine brake. Tapi di zona akselerasi, motor ini masih cukup ketertinggalan. Torsi di putaran bawah masih sangat kurang, makanya ini menjadi bagian prioritas pengembangan kami saat ini."

Meski di tahun keduanya bersama tim Suzuki Racing tak berjalan mulus, namun jangan lupa, Ia pernah menjadi juara di kategori CRT (claiming rule team). Ekspektasinya bersama tim Aprilia pun lebih tinggi dari pada saat Ia di Suzuki. Tapi ini takkan mudah, karena akselerasi yang jadi pembeda terbesar, memang butuh kerja keras untuk membuatnya sesuai ekspektasi.


(UDA)