Jelang MotoGP 2017

10 Kemenangan Valentino Rossi dengan Selisih Waktu Paling Tipis

Krisna Octavianus    •    18 Maret 2017 13:26 WIB
motogp 2017
10 Kemenangan Valentino Rossi dengan Selisih Waktu Paling Tipis
Valentino Rossi pada GP Republik Ceko 2003 (Foto: crash)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sembilan gelar juara dunia, termasuk masing-masing satu pada kelas 150cc dan 250cc, membuat Valentino Rossi dinobatkan sebagai legenda hidup MotoGP.  Kiprahnya selalu menarik jika diikuti terkait hasil balapannya di atas lintasan.

Rossi menjadi juara dunia sebanyak tujuh kali di kelas MotoGP pada 2002--2005 dan 2008--2009. Setelah melakoni debut pada 21 tahun yang lalu, pembalap yang dijuluki The Doctor itu selalu mempunyai cerita menarik dalam karier balap motornya.

BACA: Jika Tak Hati-hati, Mercedes Bisa Kehilangan Hamilton

Setiap balapan, ia akan selalu menjadi unggulan. Dirinya diprediksi selalu bisa finis dalam urutan tiga besar karena reputasinya sebagai pembalap papan atas dunia. 

Pembalap yang mengidolai klub sepak bola Inter Milan itu selalu punya rival yang ingin "menjatuhkannya". Kali ini kita bahas 10 kemenangan Rossi atas rival-rivalnya dengan selisih waktu paling tipis. (Crash)

Berikut Metrotvnews.com sajikan faktanya:

10. GP Afrika Selatan 2004 - 0,210 detik

0,210 detik cukup tipis dalam dunia balap motor. Rossi mengambil pole position di Sirkuit Welkom dan memimpin awal balapan memasuki pertempuran wheel-to-wheel dengan rival seakaligus rekan senegaranya, Max Biaggi. Ini juga menandai kemenangan debutnya dengan Yamaha. Banyak yang percaya kala itu ia berjudi gabung dengan Yamaha dan emnolak Honda karena hanya mencetak satu podium pada musim sebelumnya. 



9. Qatar 2015 - 0,174 detik

Setelah hanya start dari posisi kedelapan di Qatar, peluang Rossi untuk menang pada balapan perdana musim 2015 tampak kecil. Namun, ia meluncurkan salah satu fightbacks terbaik dalam sejarah MotoGP. Ia perlahan berhasil menyodok ke posisi satu dan membuat Andrea Dovizioso pusing pada tiga lap terakhir untuk mengamankan kemenangan fantastis.

8. Catalunyya 2004 - 0,159 detik

Sama seperti kemenangannya di Afrika Selatan, Rossi menang dua bulan kemudian di Catalunya setelah pertempuran panjang terhadap salah satu saingan terbesarnya. Kali ini Sete Gibernau yang menjadi ancaman, memimpin mayoritas lomba sebelum finis di belakang Rossi dengan 10 lap tersisa. Bergantina memimpin sebanyak dua kali lagi sebelum bendera finis berkibar, Rossi akhirnya finisi dengan hanya selisih 0,159 detik.

7. Jerman 2006 - 0,145 detik

Rossi harus menampilkan fightback lain untuk Yamaha di Sachsenring pada 2006 ketika ia memulainya dari urutan ke-11 saat start. Ia langsung melesat ke urutan enam pada akhir lap pertama, dan pada lap ke-13 ia berhaisl memimpin lomba. Tapi Rossi tidak menang dengan mudah ketika disalip pada dua lap tersisa. Rossi tetap tenang dan berjuang kembali melewati Marco Melandri. Ia kemudian finis tercepat diikuti Melandri, Dani Pedrosa, dan Nicky Hayden.

6. Brasil 2001 - 0,143 detik

Rossi sudah mengantongi titel juara dunia 2001 saat balapan di Rio de Janeiro untuk putaran terakhir tahun tersebut, tapi itu tidak menghentikan ia untuk menambahkan kemenangan lain bahkan ketika balapan hujan. Hujan deras berarti perlombaan harus dijalankan dalam dua bagian, dengan hasil agregat dirumuskan. Carlos Checa telah siap untuk menang, tetapi Rossi kemudian berhasil mengambil kemenangan dengan selisih waktu 0,143 detik.

5. Jerman 2009 - 0,099 detik

Kemenangan Rossi yang ke-75 di ajang kelas utama tidak didapat secara mudah setelah bersaing ketat dengan Casey Stoner dan Jorge Lorenzo di Sachsenring. Rossi memulai dari pole dan tampak dalam kendali awal sebelum tergelincir di belakang Stoner, tetapi langsung merebut kembali posisi nomor satu. Lorenzo mendapat angin dengan lima lap tersisa untuk bergerak maju, memaksa Rossi untuk menggeber lebih kencang. Rossi memimpin kembali dengan dua lap tersisa dan akhirnya menyelesaikan hanya 0,099 detik di depan rekan setimnya. Lorenzo.



4. Australia 2004 - 0,097 detik

Sirkuit Philip Island kembali mementaskan persaingan klasik Gibernau dan Rossi pada 2004. Kedua pembalap ini menyelesaikan lomba dengan selisih 10 detik dari  pembalap lain. Gibernau memulai dari pole position dan mendominasi bagian awal lomba, tetapi Rossi tidak pernah membiarkan pembalap Spanyol menjauh dari hadapannya. Kedua pembalap itu menampilkan tak-over menawan pada lap akhir, masing-masing beberapa kali bergatian memimpin, tapi Rossi berhasil melewati pada lap terakhir. 0,097 detik adalah perbedaan waktu kedua pembalap.



3. Catalunya 2009 - 0.095 detik

Balapan pada musim 2009 di Barcelona adalah salah satu yang paling mengesankan dalam sejarah MotoGP. Rossi dan Lorenzo berduel untuk paruh kedua balapan dan wheel-to-wheel beberapa lap terakhir. Memasuki tikungan terakhir, Rossi berhasil mendapatkan posisi lebih baik dalam menuruni trek bukit dan langsung turun di depan Lorenzo sebelum memblokir rivalnya tersebut dan meninggalkan ia untuk meraih kemenangan paling dramatis. Pertempuran yang menentukan dalam persaingan Rossi-Lorenzo. 

2. Republik Ceko 2003 - 0,042 detik

Kembali pertarungan klasik Rossi dengan Gibernau. Kali ini Sirkuit Brno yang menjadi tuan rumah untuk pertempuran mereka, dengan Troy Bayliss juga ikut dalam pertempuran tersebut. Bayliss memimpin pada awal balapan sebelum Gibernau dan Rossi memnampilkan balapan terbaik dengan memimpin bergantian. Sebuah kesalahan dari Gibernau pada putaran akhir memberi Rossi kesempatan menjauh. Gibernau kemudian mampu menutup ketika Rossi membuat kesalahan, tapi itu tidak cukup: Kemenangan milik The Doctor dengan selisih 0,042 detik.

1. Australia 2001 - 0,013 detik

Salah satu kemenangan hebat Rossi adalah ketika menang di Sirkuit Philip Island pada 2001. Kali ini adalah Max Biaggi yang bersaing dengannya sejak lap pertama. Setelah melihat Alex Barros dan Noriyuki Haga ikut bersaing di barisan depan, Rossi dan Biaggi memasuki duel yang akhirnya menjadi hasil kejuaraan. Setelah sudah melihat tiga perubahan untuk pemimpin balap, Rossi membuat langkah hebat dan di lap terakhir menjelang finis. 0,013 detik adalah selisih waktunya atas Biaggi, dan Rossi menjadi juara dunia kelas utama untuk pertama kalinya. Hal ini juga melihat Rossi menjadi juara dunia kelas 500cc terakhir sebelum berganti naman menjadi MotoGP mulai tahun berikutnya.




(KRS)