Marc Marquez

Marquez: 2016, Tahun Pertama dengan Tekanan yang Nyata

A. Firdaus    •    24 Desember 2016 18:01 WIB
motogp 2016motogp 2017
Marquez: 2016, Tahun Pertama dengan Tekanan yang Nyata
Marc Marquez (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Valencia: Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez menyebut kalau musim 2016 menjadi yang melelahkan. Sebab pada musim itu ia pertama kalinya merasakan tekanan yang nyata sebagai pembalap di MotoGP.

Marquez sempat menjadi juara dunia MotoGP pada dua musim perdananya di kelas utama. Namun pada 2015, penampilannya mendadak merosot dan hanya bisa finis di posisi ketiga, di belakang Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi.

Kemudian pada musim 2016, Marquez tampil cukup konsisten di setiap serinya. Alhasil ia kembali merebut gelar juara dunia ketiga dengan mengungguli duo Movistar Yamaha, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo.

Klik di sini: Usai Melewati Masa Suram, Kini MotoGP Berada dalam Masa Keemasan

Meski tampil konsisten, Marquez menilai kalau musimnya di bawah tekanan. Bahkan hal itu dianggap pengalaman pertama mendapatkan tekanan yang benar-benar ia rasakan.

"Bagi saya, 2016 benar-benar musim yang keras, tapi mungkin juga musim pertama di mana saya benar-benar merasakan tekanan yang nyata," ujar Marquez.

"Tahun ini satu-satunya sasaran adalah untuk mencoba dan berada di atas lagi, dan hal itu berhasil kami lakukan, jadi saya sangat menikmatinya, terutama pada bagian terakhir musim ini," terang pembalap kelahiran Cervera, Catalonia tersebut.

Klik di sini: Kerja Keras Michelin di MotoGP 2016, Setara Riset 7 Tahun di Balap Lain

Marquez yang baru berusia 23 tahun ini, menjadi pembalap termuda yang memenangkan tiga gelar MotoGP, dan yang paling termuda untuk mencapai lima gelar di semua kelas.

Ia mengaku sulit untuk memahami bagaimana ia bisa mencapai hasil seperti ini. Dan Marquez juga tersanjung bisa disamai dengan para legenda MotoGP.

"Ini luar biasa ketika orang membandingkan Anda dengan beberapa legenda. Untuk menjadi pembalap termuda yang memiliki tiga gelar juara dunia di MotoGP, menjadi pembalap termuda, juga menjadi juara dunia MotoGP, ini adalah sesuatu yang menakjubkan, dan sulit untuk memahami," terang Marquez.

"Saya lebih suka untuk tidak berpikir banyak tentang hal itu, saya lebih memilih untuk melanjutkan dengan mentalitas yang sama, mendorong dengan cara yang sama, karena saya pikir ini adalah cara terbaik untuk melanjutkan karier yang sukses ini," tandasnya. (GPupdate)

Video Fokus Kuliah dan Bisnis, Lindaweni Pilih Gantung Raket
 


(FIR)