4 Hal yang Bisa Dipelajari dari MotoGP Qatar

Kautsar Halim    •    30 Maret 2017 23:12 WIB
motogp
4 Hal yang Bisa Dipelajari dari MotoGP Qatar
Suasana start MotoGP Qatar. (Foto: AFP/Karim Jaafar)

Metrotvnews.com, Jakarta: MotoGP Qatar telah selesai bergulir di Sirkuit Internasional Losail pada akhir pekan lalu. Perhelatannya masih menjadi sorotan karena menyimpan rekam jejak yang menarik.

MotoGP Qatar makin menarik karena balapannya digelar pada malam hari dan sempat terganggu dengan kondisi cuaca. Imbas tantangan itu, empat pembalap bahkan tidak bisa finis karena terjatuh.
 

Klik: Ferrari Bisa Beri Kesulitan untuk Mercedes


Selain kondisi cuaca dan sirkuit, MotoGP Qatar juga dimeriahkan juga dengan penampilan para pembalap yang baru berganti tim pada musim ini. Hasilnya ada yang mengecewakan maupun membanggakan. Berikut 4 hal yang bisa dipelajari dari MotoGP Qatar:

1. Pembuktian Maverick Vinales
Vinales memang pendatang baru di tim Movistar Yamaha pada musim ini. Namun, namanya langsung meroket setelah menjuarai MotoGP Qatar dengan catatan waktu 38 menit 59.999 detik. Valentino Rossi yang merupakan rekan setimnya dibuat finis di podium ketiga, sedangkan juara bertahan Marc Marquez ditinggalkan hingga ke urutan keempat.

Kemenangan perdana itu tidak mudah diraih Vinales. Pasalnya, ia harus bersaing sengit dengan Andrea Dovizioso yang berdiri di podium kedua. Kemampuan Vinales untuk menyalip lawan dalam kecepatan tinggi terbukti dengan baik pada saat itu.

Tren positif Vinales di Qatar sudah terlihat sebelum balapan. Pasalnya, ia sempat menjadi yang tercepat di dua sesi latihan bebas. Sayang, ia sempat terjatuh pada sesi latihan bebas kedua hingga akhirnya berada di urutan kelima.

2. Marc Marquez Salah Pilih Ban
Setelah menelan pil pahit finis di urutan keempat, Marquez mengaku telah gagal tampil maksimal karena kesulitan memilih ban. Bagi Baby Alien, bisa finis di urutan empat besar sudah lebih baik ketimbang harus jatuh dan gagal mendapat poin.

"Saya pikir jika menggunakan ban depan keras, saya bisa bersaing dan memenangkan balapan. Tapi, jika tetap menggunakan ban itu bisa saja saya terjatuh. Kondisi lintasan benar-benar berbahaya jika menggunakan ban keras," ujar Marquez.

Cuaca tidak menentu yang menyelimuti Sirkuit Losail Qatar merupakan tantangan tersendiri bagi seluruh pembalap. Jalannya laga bahkan sempat ditunda sekitar 45 menit lantaran berpotensi hujan.

3. Debut Mengesankan Johann Zarco
Pembalap Monster Yamaha Tech 3 Johann Zarco merupakan pendatang baru di kelas MotoGP. Namun, penampilannya terbilang luar biasa karena sempat memimpin perhelatan MotoGP Qatar. Sayang, tren positif itu tidak bertahan lama karena ia terjatuh hingga tidak bisa melanjutkan balapan.

Tidak ada cedera berarti setelah Zarco terjatuh. Ia diprediksi bakal menjadi lawan berat pada seri MotoGP 2017 selanjutnya.

4. Jorge Lorenzo Belum Beradaptasi dengan Ducati
Jorge Lorenzo hanya finis di urutan 11 ketika melakoni MotoGP Qatar. Penampilannya diketahui kurang baik karena masih kesulitan untuk beradaptasi dengan motor Ducati--Desmosedici GP17.

Untuk performa mesin, sudah jelas Ducati bisa bersaing dengan para pembalap papan atas. Buktinya, Andrea Dovizioso--rekan setim Lorenzo mampu finis di urutan kedua dan berduel sengit dengan tim Yamaha.  Satu-satunya alasan kegagalan Lorenzo hanya perkara belum terbiasa saja.

Lorenzo baru bergabung dengan Ducati pada musim ini. Ia pindah ke pabrikan asal Italia setelah sembilan tahun membela tim Yamaha. Selama bersama Yamaha, Lorenzo sempat menjadi juara dunia MotoGP sebanyak tiga kali (2010, 2012, dan 2015). (crash)


 


(ACF)