MotoGP Italia 2017

Cerita Dovizioso yang Keracunan Makanan hingga Menjuarai MotoGP Italia

A. Firdaus    •    05 Juni 2017 15:06 WIB
motogp 2017
Cerita Dovizioso yang Keracunan Makanan hingga Menjuarai MotoGP Italia
Pembalap Ducati Andrea Dovizioso (Foto: MotoGP)

Metrotvnews.com, Mugello: Pembalap Ducati Andrea Dovizioso memenangi MotoGP Italia, Minggu 4 Juni. Ia mampu menyudahi perlawanan rider Movistar Yamaha, Maverick Vinales.

Tapi siapa sangka kalau sebelum lomba dimulai, ada kejadian tak mengenakan yang menimpa Dovizioso. Pembalap berusia 31 tahun itu keracunan makanan, semalam sebelum lomba.

Kekuatannya pun diuji saat lomba berlangsung. Dovi, begitu ia akrab disapa, harus bisa menahan tubuhnya dari guncangan motor saat menggapai kecepatan 200 mph pada awal balapan.

Klik di sini: Komentar Para Pemain Usai Indonesia Sabet Dua Gelar

Dovi juga harus melepaskan ketakutannya ketika menguntit peraih pole position dan juga pemimpin klasemen, Vinales. Tepatnya ketika lomba memasuki lap keenam.

Pembalap kelahiran Forlimpopoli, Italia itu akhirnya mengeluarkan tenaga maksimal dari Desmosedici tunggangannya untuk bisa menyalip Vinales, ketika balapan memasuki putaran ke-14.
  Kondisi tersebut mampu dipertahankannya hingga merebut kemenangan perdana musim ini. Dovi mengungguli Vinales dengan jarak 1,2 detik.

"Hari yang sangat aneh! Saya bangun jam 4:00 pagi dan saya sakit, kami tidak melakukan pemanasan. Untungnya, kami tidak perlu mencoba apapun di motor karena situasi kami sangat bagus," ujar Dovi mengawali cerita.

"Kemudian di lap kedua saya sangat gemetar di trek lurus dan saya benar-benar di luar kendali. Tapi untungnya, kami melakukan perubahan dengan Brembo (bantalan rem dekat dengan cakram)."

"Saya tidak punya energi sebelum balapan, jadi saya takut akan hal itu. Tapi kenyataannya saya bisa melaju dengan cepat, karena saya membuat perbedaan besar dalam balapan agar tetap berada di belakang Maverick Vinales."

Klik di sini: Duet Durant-Curry Cetak 65 Poin, Warriors Unggul 2-0 atas Cavaliers

"Sepuluh lap terakhir saya memutuskan untuk menyusulnya, tapi tanpa strategi. Saya melihat bahwa kami adalah empat pembalap terdepan dan saya pikir lebih baik berada di depan sekalian."

"Tepat di tikungan terakhir saya sadar bahwa saya bisa menang. Di lap terakhir saya memiliki keunggulan, tapi saya tidak mengerti jika Maverick menutup celah, tapi akhirnya saya bisa finis dengan keunggulan 1,2 detik dengannya."

Akhir yang indah buat Dovi. Sekaligus memperbaiki apa yang pernah diraihnya di Sirkuit Mugello pada 2010 dan 2011. Saat bersama tim Repsol Honda, Dovi hanya bisa finis kedua dan ketiga ketika itu.
  Bukan hanya senyum lepas yang Dovi tunjukkan, melainkan juga sebuah tangisan. Tangisan yang keluar karena ia telah memulai lomba bukan dari kondisi terbaiknya, tapi justru mampu ia memenangi. Terlebih ia meraihnya di negara kelahirannya, Italia.

"Saya meraih podium ini di Mugello di masa lalu dengan HRC dan saya menangis seperti Danilo hari ini. Sungguh menyenangkan, tapi untuk menjadi yang terbaik adalah perbedaan yang sangat besar, dan melakukannya dengan Ducati adalah sesuatu yang sangat spesial," terang Dovi.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada banyak orang karena sangat membantu saya, Ducati, tim saya, dan tentunya semua fans," tutupnya.

Kemenangan yang juga memengaruhi peringkat Dovizioso di papan klasemen. Nampak, mantan pembalap Yamaha ini telah menempati posisi kedua dengan mengumpulkan 79 poin dan hanya terpaut enam angka dari Vinales. (Crash)

Andrea Dovizioso Juarai MotoGP Italia
 


(ACF)