Nicky Hayden Tutup Usia

Perjalanan Nicky Hayden di Dunia Balap Motor

A. Firdaus    •    23 Mei 2017 08:04 WIB
motogp 2017
Perjalanan Nicky Hayden di Dunia Balap Motor
Nicky Hayden saat MotoGP Australia 2016 (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Cesena: Para pencinta MotoGP dan balap motor dunia pada umumnya kembali harus mendengar kabar duka. Juara dunia MotoGP 2006, Nicky Hayden telah tutup usia.

Dalam kiprahnya di dunia balap, pria yang lahir di Kentucky pada 30 juli 1981 itu dikenal sebagai salah satu rider yang sukses. Itu dikarenakan ia terlahir dari keluarga pembalap.

Hayden lahir dari pasangan Earl dan Rose. Sang ayah menorehkan kiprahnya di kompetisi kelas menengah ajang motor balap. Sementara sang ibu, mendominasi balap mobil Powder Puff putri selama lima musim.

Earl dan Rose dikaruniai lima orang anak. Mereka adalah Tommy, Jennifer, Nicky, Roger, dan Kathleen. Para putri mereka memilih karier yang berbeda, sementara semua anak laki-laki mereka sukses menjadi pembalap profesional. Termasuk Nicky Hayden.

Klik di sini: Nicky Hayden Tutup Usia

Nicky Hayden memulai karier balapnya sejak berusia empat tahun di Paducah International Raceway. Ketika itu dia bersaing dengan konsisten dalam kompetisi dirt track atau motocross dan menghabiskan hampir setiap akhir pekannya ke daerah Midwest Amerika Serikat bersama keluarga.

Bakat membalapnya mulai terendus ketika turun di ajang Springfield TT pada 2002. Ketika itu ia meraih kesuksesan yang sangat bersejarah, karena Hayden bersaudara (Nicky, Tommy, dan Roger) mampu naik podium bersama dalam satu event.

Selain itu, Hayden juga pernah menjuarai AMA Superbike Championship di tahun yang sama. Setahun kemudian, ia pun langsung dikontrak Repsol Honda ketika usianya masih 16 tahun untuk turun di ajang Supersport.

Pembalap berjuluk The Kentucky Kid itu kemudian menjalani musim perdananya pada 1998. Di mana ia berada di urutan keempat pada klasemen akhir dalam kategori AMA 750 Supersport dan 600 Supersport. Kemudian pada 1999, Nicky menyabet gelar pembalap termuda di ajang tersebut.

Pembalap Spesial
Tak seperti pembalap-pembalap biasanya, Hayden langsung merasakan atmosfer MotoGP tanpa harus menjalani kelas 125 cc dan 250 cc kala itu. Sebab Repsol Honda langsung mengontraknya pada 2003 untuk mendampingi Valentino Rossi.

Meski pendatang baru, Hayden tetap dihormati. Gaya menunggangnya yang agresif dan spektakuler membuat dirinya dipandang oleh para pembalap MotoGP lainnya.

Secara mengejutkan pada musim debutnya di kelas bergengsi ini, ia mampu meraih dua kali podium, yaitu pada MotoGP Australia dan Motegi. Serta menyelesaikan musim debutnya di posisi kelima. Termasuk mengalahkan para pesaingnya seperti Troy Bayliss dan Colin Edwards untuk meraih gelar Rookie of the Year.

Sepeninggal Rossi, Hayden menjadi tulang punggung Honda. Sehingga musimnya bersama pabrikan asal Jepang itu ia mengalami masa sulit. Posisinya di klasemen akhir pun melorot dengan hanya meraih dua podium dalam semusim.

Klik di sini: Denmark Bungkam India di Laga Pertama

Puncak Karier
Namun pada 2006, kebangkitan karier Hayden terjadi. Bahkan pada 2006 menjadi puncak karier terbaiknya di arena MotoGP. Ia menjadi juara dunia dengan mengarungi musim yang dramatis.

Hayden meraih tujuh podium dalam delapan balapan awal. Termasuk kemenangan di Assen yang membawanya menduduki singasana klasemen MotoGP. Sekaligus menempatkan dirinya di atas Dani Pedrosa dan Valentino Rossi untuk merah titel juara dunia MotoGP.

Sayang, kariernya lambat laun menurun. Lima musim berkiprah sebagai pembalap Honda pun harus berakhir. Tapi Ducati mencoba menyelamatkan kariernya pada 2009 hingga 2013.

Namun, selama itu ia tak bisa menunjukkan tajinya sebagai pembalap papan atas. Bahkan posisi terbaiknya bersama pabrikan asal Italia itu hanya finis di posisi ketujuh pada akhir musim 2010.

Kembali ke Mantan
Pada 2014, ia kembali ke mantan klubnya Honda, tapi untuk menunggangi tim satelit Aspar. Selama dua musim di sana, penampilannya tak kunjung membaik. Ia hanya menjadi salah satu pembalap penggembira saja hingga memasuki musim 2016 dengan bergabung bersama Estrella Galicia 0,0 Marc VDS.

Setelah itu, pada konferensi pers MotoGP Jepang 2016, Hayden mengumumkan keputusan besar dengan mundur dari arena balap motor bergengsi ini. Tujuan berikutnya, ia menatap kembali ajang Superbike yang sempat digandrunginya pada musim 2002.

Bersama Honda, Hayden kian tak menemukan sentuhan terbaiknya dalam menunggangi motor balap. Ia pun hanya meraih 40 poin dan finis di posisi ke-13 pada Superbike World Championship 2017.

Klik di sini: ISG 2017 Berakhir, Indonesia Tempati Posisi 8

Selamat Jalan Kentucky Kid
Setelah tak meramaikan dunia balap, Hayden justru mengalami nasib nahas. Ia menutup usia di Rumah Sakit Maurizio Bufalini, Cesena pada Senin 22 Mei.

Ia mengalami kerusakan parah pada otaknya setelah ditabrak mobil saat mengendarai sepeda di Rimini pada 17 Mei. Hayden menjalani perawatan intensif selama lima hari di rumah sakit. Tapi kondisinya tak kunjung membaik hingga ia menutup mata untuk selama-lamanya pada usia 35 tahun.

Kiprah Nicky Hayden di ajang balap:
MotoGP:
2003--2016
Tim:
Repsol Honda (2003--2008)
Ducati (2008-2013)
Tim Aspar Honda (2014--2015)
Estrella Galicia 0,0 Marc VDS (2016)
Prestasi: Juara dunia MotoGP 2006

Superbike World Championship: 2002, 2016--2017
Tim: Honda
Prestasi: Posisi 5 musim 2016

Ama Superbike: 1999--2002
Tim: Honda
Prestasi: Juara 2002

Ama 600 Supersport: 1998--1999
Tim: Honda
Prestasi: Juara 1999

Nicky Hayden Meninggal Dunia
 


(FIR)